UPDATEBALI.com, TABANAN – — Mahasiswa yang tergabung dalam Pengabdian Masyarakat dari Universitas Mahasaraswati Denpasar kembali menunjukkan kontribusi nyata mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan di Bali.
Dalam rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Sembung Gede,Kecamatan Kerambitan, kelompok mahasiswa ini melakukan sosialisasi tentang fungsi biopori bagi lingkungan dan pembuatan biopori sebagai solusi sederhana dalam menghadapi masalah lingkungan, khususnya banjir dan pengelolaan sampah organik di Lingkungan Desa Sembung Gede.
Biopori adalah lubang resapan yang dibuat di tanah untuk meningkatkan daya serap air dan mengurangi genangan, serta mempercepat proses pengomposan sampah organik. Dalam sosialisasi tersebut, dijelaskan bahwa pembuatan lubang biopori dapat membantu mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda daerah dataran rendah di Bali. Selain itu, lubang biopori juga membantu meningkatkan kesuburan tanah dengan cara memperbaiki struktur tanah dan mempercepat proses penguraian bahan organik.
Sosialisasi ini dihadiri oleh sejumlah warga, perangkat desa, dan tokoh masyarakat setempat. Kepala Desa Sembung Gede yang pada saat itu diwakili oleh Sekretaris Desa Sembung Gede, Ni Made Punia, SE, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang cara sederhana tapi berdampak besar dalam menjaga lingkungan,” ungkap Made Punia.
40 peserta yang hadir diantaranya adalah warga dan pemuda yang berasal dari masing-masing banjar adat di Desa Sembung Gede. Di samping itu, kegiatan edukasi tersebut dihadiri pula oleh Kepala Desa Sembung Gede, Para Bendesa Adat serta para Kepala Wilayah di Desa Sembung Gede.

Sosialisasi ini dihadiri oleh sejumlah warga, perangkat desa, dan tokoh masyarakat setempat. Kepala Desa Sembung Gede yang pada saat itu diwakili oleh Sekretaris Desa Sembung Gede, Ni Made Punia, SE, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa KKN.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang cara sederhana tapi berdampak besar dalam menjaga lingkungan,” ungkap Made Punia.
40 peserta yang hadir diantaranya adalah warga dan pemuda yang berasal dari masing-masing banjar adat di Desa Sembung Gede. Di samping itu, kegiatan edukasi tersebut dihadiri pula oleh Kepala Desa Sembung Gede, Para Bendesa Adat serta para Kepala Wilayah di Desa Sembung Gede.
Tepat pukul 08.00 WITA, para peserta tampak memadati titik lokasi kegiatan yaitu di kawasan Pura Puseh Batuaji Kawan, Desa Sembung Gede. Sosialisasi yang digelar pada Minggu (11/8/2024) tersebut mencakup dua pokok bahasan meliputi Fungsi biopori, dan Praktek pembuatan serta pemasangan biopori. Kegiatan tersebut diawali dengan laporan Koordinator Pengabdian Masyarakat Desa Sembung Gede, sambutan Bendesa Adat Batuaji Kawan, serta sambutan Kepala Desa Sembung Gede yang pada saat itu diwakili oleh Sekretaris Desa Sembung Gede, Ni Made Punia, SE.
Sosisalisasi disampaikan oleh Bapak I Kadek Widiantara, S.Si, M.Si yang merupakan Dosen Teknik Lingkungan di Universitas Mahasaraswati Denpasar selaku narasumber dalam sosialisasi tersebut. Beliau memberikan edukasi terkait pentingnya fungsi biopori bagi lingkungan dan sebagai solusi sederhana dalam menghadapi masalah lingkungan dan pengelolaan sampah organik
“Harapannya kegiatan ini tidak hanya berhenti pada sosialisasi saja, tapi juga dapat diaplikasikan secara nyata dan berkelanjutan oleh masyarakat demi menjaga kelestarian lingkungan khususnya dilingkungan Desa Sembung Gede,” tutur Kadek Widiantara.

Pada penghujung acara, dilakukan praktek pembuatan serta pemasangan biopori oleh mahasiswa yang didampingi oleh Ir. I Wayan Gede Darma Yoga, S.T., M.T., yang merupakan Dosen Pembimbing Lapangan dalam Pengabdian Masyarakat Desa Sembung Gede kepada seluruh peserta sosialisasi. Mahasiswa mengadakan demonstrasi langsung tentang cara pembuatan lubang biopori kepada warga.
Mereka menunjukkan bahwa alat sederhana seperti bor tanah bisa digunakan untuk membuat lubang sedalam 1 meter, yang kemudian diisi dengan sampah organik seperti sisa banten/canang, dedaunan dan sisa makanan. Dengan demikian, warga bisa secara mandiri mengelola limbah rumah tangga sekaligus memperbaiki lingkungan.
“Jika diterapkan secara luas, metode ini bisa menjadi solusi lokal yang efektif untuk mengatasi permasalahan lingkungan khususnya di Desa Sembung Gede,” Darma Yoga.(*/ub)





