UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus menegaskan komitmennya dalam menangani masalah stunting yang menjadi perhatian utama. Meskipun telah terjadi penurunan angka prevalensi stunting dari hasil survei pada tahun 2021 hingga 2023, dengan angka terakhir mencapai 8,7% menurut Survey Kesehatan Indonesia (SKI), namun Pemkab Jembrana tidak berpuas diri.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyampaikan hal ini saat membuka Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Jembrana 2024. Ia menekankan perlunya langkah-langkah strategis untuk mempercepat penurunan stunting di wilayah tersebut.
Dalam upaya tersebut, kolaborasi menjadi kunci utama. Pemerintah Kabupaten Jembrana telah melaksanakan Minilokakarya sebagai forum berbagi data stunting di setiap kecamatan setiap bulan, serta menggalang konvergensi antar program dari tingkat kabupaten hingga desa, termasuk melalui program Bapak/Ibu Asuh Anak Stunting (BAAS).
Bupati Tamba juga menyoroti pentingnya intervensi spesifik dan sensitif, serta koordinasi dan kolaborasi yang berkesinambungan dalam pelaksanaannya. Ia menegaskan bahwa intervensi tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, tetapi juga harus dilibatkan instansi dan sektor lainnya, terutama peran desa/kelurahan yang sangat esensial.
Pihaknya juga meminta agar para Camat, Perbekel/Lurah dapat melakukan inovasi dalam meningkatkan partisipasi balita di posyandu dengan memanfaatkan Anggaran Dana Desa dalam percepatan penurunan stunting.
Sementara itu, Wakil Bupati Jembrana IGN Patriana Khrisna IPAT, sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Jembrana, menjelaskan bahwa Rembuk Stunting merupakan langkah penting untuk memastikan integrasi pelaksanaan intervensi penurunan stunting secara bersama-sama antara perangkat daerah, penanggung jawab layanan, sektor/lembaga non-pemerintah, dan masyarakat.
Menurutnya, penanganan stunting sangat penting untuk diperhatikan oleh semua pihak, karena memiliki dampak yang besar terhadap kualitas generasi emas Jembrana di masa depan.
Dengan melibatkan semua pihak dan telah dilaksanakannya kegiatan-kegiatan yang menyentuh percepatan penurunan stunting di semua sektor, diharapkan dapat mempercepat pencegahan dan menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Jembrana, sehingga masyarakat Jembrana dapat melahirkan generasi emas yang sehat, berkualitas, dan bahagia.(yud/ub)





