UPDATEBALI.com, BADUNG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun sistem keamanan publik yang andal demi menunjang pariwisata berkualitas.
Salah satu langkah strategis yang tengah dijalankan adalah pengadaan dan pemasangan sistem kamera pengawas (CCTV) berbasis teknologi analitik di sejumlah titik vital, termasuk kawasan Jembatan Tukad Bangkung, Pelaga, Kecamatan Petang.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkab Badung menginisiasi program ini sebagai respons terhadap kebutuhan keamanan publik sekaligus sebagai langkah preventif jangka panjang. Sistem CCTV yang dirancang akan terintegrasi langsung dengan instansi keamanan seperti kepolisian dan aparat desa, memungkinkan respons cepat terhadap situasi mencurigakan di lapangan.
“Kami telah memulai tahapan perencanaan sejak tahun 2024. Tahun ini masuk tahap pengadaan, termasuk untuk kawasan strategis seperti Jembatan Tukad Bangkung, pusat pelayanan publik, dan kawasan wisata. Semua ini sesuai dengan visi misi Bapak Bupati untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Kepala Diskominfo Badung, IGN Jaya Saputra pada 5 April 2025.
Rencana pengembangan sistem keamanan ini mencakup revitalisasi kamera pengawas lama yang sebagian besar sudah tidak aktif. Dari total 163 unit CCTV di kawasan pariwisata, tercatat 101 di antaranya mengalami kerusakan karena sudah digunakan sejak pengadaan terakhir pada 2016. Untuk mendukung program ini, Pemkab Badung mengajukan anggaran sebesar Rp34 miliar.
Jaya Saputra menambahkan, teknologi yang digunakan nantinya mampu menganalisis pola gerak mencurigakan secara otomatis dan akan digunakan pula untuk memantau kebersihan di pantai Kuta, aktivitas surfing wisatawan, hingga pengawasan sampah kiriman yang sering menjadi masalah di kawasan pesisir.
“Upaya ini bukan hanya soal pengawasan, tetapi menjadi bagian dari strategi pencegahan. Kolaborasi dengan pihak kepolisian dan desa adat akan semakin memperkuat keamanan di lapangan,” jelasnya.
Pemkab Badung berharap, dengan penerapan sistem keamanan berbasis digital ini, wilayah strategis pariwisata seperti Jembatan Tukad Bangkung dan kawasan lainnya dapat menjadi tempat yang aman, bersih, serta nyaman bagi wisatawan maupun warga lokal.(adv/ub)