UPDATEBALI.com, DENPASAR – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Gelar Agung Pecalang se-Bali yang digelar di Lapangan Niti Mandala Renon, Senin, 1 Agustus 2025.
Ribuan pecalang dari seluruh Bali hadir dalam kegiatan yang juga dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, serta jajaran Forkopimda Bali.
Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, menegaskan bahwa acara ini bertujuan memperkuat sinergi dengan aparat keamanan, khususnya dalam mencegah aksi demonstrasi anarkis.
Seluruh pecalang di Bali siap membantu aparat keamanan, terutama mencegah terjadinya aksi anarkis. Tugas pecalang adalah menjaga ketenteraman, kedamaian, keamanan, dan kerukunan adat Bali. Karena Bali hidup dari pariwisata, keamanan adalah kunci,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pecalang bertugas tanpa senjata, karena kewibawaan mereka lahir dari kepercayaan masyarakat.
“Pecalang itu dihormati bukan karena senjata, melainkan tutur kata dan kewibawaan. Keris hanya sebatas aksesoris, bahkan bisa puntul atau terbuat dari kayu. Maka jangan ada pihak yang menyakiti pecalang,” tegasnya.
Wakil Wali Kota Denpasar, Arya Wibawa, dalam kesempatan itu menyatakan dukungan penuh terhadap eksistensi pecalang.
Ia menilai kolaborasi antara pecalang, aparat keamanan, dan pemerintah daerah sangat penting dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Pemerintah Kota Denpasar siap mendukung dan berkolaborasi menjaga keamanan Bali, khususnya di Denpasar. Kami tidak melarang masyarakat menyampaikan aspirasi, tetapi harus tetap menjaga keamanan dan ketertiban bersama,” ungkapnya.
Gelar Agung Pecalang se-Bali ini diharapkan mampu memperkuat peran desa adat dan pecalang sebagai mitra strategis aparat keamanan dan pemerintah dalam menjaga harmoni sosial serta stabilitas Bali, yang menjadi penopang utama sektor pariwisata.(per/ub)





