UPDATEBALI.com, DENPASAR – Sistem sensor injeksi pada motor saat ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi gas buang. Namun, beberapa pengguna mengalami kerusakan pada sistem ini, yang disebabkan oleh berbagai faktor.
Achmad Wahyudi Irmono, Kepala Bagian Service Astra Motor Bali, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama kerusakan sistem injeksi adalah kualitas bahan bakar yang buruk. Bahan bakar yang mengandung kotoran atau air dapat menyebabkan penyumbatan pada injektor.
“Partikel-partikel ini dapat mengganggu aliran bahan bakar dan mengurangi kinerja mesin secara keseluruhan. Dalam jangka panjang, penggunaan bahan bakar yang tidak berkualitas dapat merusak komponen-komponen sensitif dalam sistem injeksi,” ungkapnya pada Senin, 19 Agustus 2024.
Selain itu, Wahyudi menambahkan bahwa pemeliharaan yang kurang teratur juga berperan besar dalam kerusakan sistem injeksi. Filter bahan bakar yang jarang diganti atau tidak dibersihkan sesuai jadwal dapat menyebabkan penumpukan kotoran yang kemudian masuk ke injektor. Injektor yang tidak pernah dibersihkan bisa tersumbat oleh residu bahan bakar, yang akan mengganggu semprotan bahan bakar ke ruang bakar.
“Kerusakan pada sensor-sensor dalam sistem injeksi juga dapat memicu masalah. Sistem injeksi motor dilengkapi dengan beberapa sensor yang berfungsi mengatur jumlah bahan bakar yang disuntikkan ke mesin. Jika sensor ini mengalami kerusakan atau memberikan pembacaan yang salah, campuran udara dan bahan bakar menjadi tidak optimal, sehingga menyebabkan mesin bekerja tidak stabil atau bahkan mogok,” jelas Wahyudi.
Ia juga menyoroti bahwa gangguan pada sistem kelistrikan dapat berdampak pada kinerja sistem injeksi. Masalah pada kabel atau konektor yang longgar dapat menyebabkan suplai daya yang tidak stabil ke injektor, sehingga injektor tidak bekerja dengan baik.
Wahyudi juga menambahkan bahwa penggunaan oli mesin yang tidak sesuai spesifikasi yang dianjurkan oleh pabrikan dapat mempengaruhi kinerja sistem injeksi. Oli yang tidak sesuai dapat meninggalkan residu yang masuk ke ruang bakar dan menyumbat injektor.
Untuk mencegah kerusakan sistem injeksi, Wahyudi menyarankan untuk selalu menggunakan bahan bakar berkualitas, melakukan perawatan rutin seperti penggantian filter bahan bakar dan pembersihan injektor, serta memastikan semua komponen kelistrikan dan sensor bekerja dengan baik.
“Mengikuti petunjuk pemeliharaan yang diberikan oleh pabrikan juga penting untuk menjaga agar sistem injeksi tetap berfungsi optimal,” tutup Wahyudi.(den/ub)





