Pasar Murah Buleleng Development Festival 2024, Langkah Strategis Perumda Argha Nayottama Cegah Inflasi

0
387
Pasar Murah Buleleng Development Festival 2024, Langkah Strategis Perumda Argha Nayottama Cegah Inflasi. Sumber Foto: Humas Kominfosanti Buleleng

UPDATEBALI.com, BULELENGPerumda Pasar Argha Nayottama Kabupaten Buleleng mengambil peran aktif dalam Buleleng Development Festival (BDF) 2024 dengan menggelar pasar murah sebagai bagian dari upaya ketahanan pangan dan pengendalian inflasi. Inisiatif ini adalah bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk menekan angka inflasi serta mengatasi masalah stunting di wilayahnya.

Direktur Utama Perumda Pasar Argha Nayottama, I Putu Suardhana, menyatakan bahwa tujuan dari penyelenggaraan pasar murah ini adalah untuk memberikan akses pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga:  Jelang Galungan dan Kuningan, Pemkab Badung Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Tetap Terkendali

“Dengan adanya pasar murah ini, kami berharap dapat berperan aktif bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Jika inflasi terkendali, daya beli masyarakat akan tetap terjaga, sehingga masalah kemiskinan ekstrem dan stunting juga dapat diminimalisir,” ujar Suardhana.

Pasar murah ini menyediakan berbagai komoditi penting seperti beras SPHP (BULOG), beras lokal medium, cabai keriting, cabai rawit, gula pasir, minyak goreng, bawang putih, bawang merah, dan telur ayam. Harga-harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan dengan harga di pasar umum. Sebagai contoh, harga cabai di pasar murah BDF adalah Rp30.000 per kilogram, sementara di pasar umum berkisar antara Rp47.000 hingga Rp50.000. Begitu juga dengan harga beras SPHP (5 kg) yang dijual seharga Rp55.000, lebih murah dari harga pasar yang sebesar Rp58.000.

Baca Juga:  Pasar Murah Sambut Kuningan, Wabup Badung Dorong Stabilitas Harga dan UMKM Desa

“Komoditi-komoditi ini dijual dengan harga yang lebih rendah sebagai bentuk intervensi harga agar tidak mengalami kenaikan yang dapat memicu inflasi di Kabupaten Buleleng,” tambah Suardhana.

Suardhana juga menekankan keterkaitan antara tiga program prioritas pemerintah: penanganan inflasi, stunting, dan kemiskinan ekstrem.

“Inflasi yang tinggi dapat menurunkan daya beli masyarakat, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kemiskinan dan stunting. Oleh karena itu, melalui pasar murah ini, kami berupaya menjaga agar harga kebutuhan pokok tetap stabil,” jelasnya.

Baca Juga:  Gen Z Diajak Buktikan Keiritan Honda BeAT Lewat Kompetisi 'IGA' oleh Astra Motor Bali

Langkah ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung program prioritas nasional yang tengah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng. (adv/ub)