spot_img
spot_img
BerandaBaliPAD Jembrana Tembus Rp244 Miliar, Bupati Kembang Perintahkan Tutup Semua Celah Kebocoran

PAD Jembrana Tembus Rp244 Miliar, Bupati Kembang Perintahkan Tutup Semua Celah Kebocoran

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jembrana melonjak signifikan pada tahun pertama kepemimpinan Bupati I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna.

Berdasarkan data resmi, PAD meningkat 32,5 persen dibanding tahun sebelumnya.

Bupati Kembang menegaskan, capaian tersebut bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan pendapatan daerah.

Ia menyebut langkah “bersih-bersih” sistem, optimalisasi sumber pendapatan, serta efisiensi belanja menjadi kunci utama peningkatan tersebut.

“Saya instruksikan kepada seluruh jajaran, jangan main-main dengan pajak rakyat! Tidak boleh ada ruang untuk pungutan liar atau kebocoran sistem. Kita fokus pada digitalisasi bukan untuk gaya-gayaan, tapi untuk transparansi dan akuntabilitas. Dengan sistem yang bersih, PAD meningkat tajam, serta belanja daerah secermat mungkin agar efektif dan efisien,” tegasnya saat dihubungi, Minggu, 22 Februari 2026.

Baca Juga:  Bupati Tamba Kembali Salurkan Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Tahap 1

Data dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Jembrana (BPKAD) mencatat realisasi PAD tahun 2024 sebesar Rp184,5 miliar meningkat menjadi Rp244.572.715.955,30 pada 2025.

Artinya, terjadi kenaikan sekitar Rp59,9 miliar dalam setahun. Bahkan, realisasi tersebut mencapai 105,96 persen dari target yang ditetapkan atau surplus sekitar Rp13,7 miliar.

Kepala BPKAD Jembrana, I Gede Gusdiendi, menjelaskan bahwa lonjakan ini tidak lepas dari keterlibatan langsung pimpinan daerah dalam mengawal optimalisasi pendapatan.

Baca Juga:  Pemerintah Kabupaten Jembrana Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445

Bupati dan Wakil Bupati secara aktif memimpin Tim Optimalisasi Penerimaan PAD yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu PAD.

“Pimpinan secara rutin mengevaluasi langsung capaian realisasi di lapangan. Dengan keterlibatan aktif pimpinan, permasalahan yang dihadapi dapat terurai dan segera mendapatkan solusi,” ujarnya.

Menurut Gusdiendi, terdapat tiga arahan utama yang menjadi fokus kebijakan.

Pertama, penguatan integritas dalam pengelolaan dan pemungutan PAD guna memastikan tidak ada praktik penyimpangan. Kedua, percepatan digitalisasi melalui perluasan sistem pembayaran elektronik atau e-retribusi untuk meningkatkan transparansi. Ketiga, pemutakhiran dan validasi data potensi riil agar proses penagihan lebih akurat dan tepat sasaran.

Baca Juga:  Gubernur Koster Groundbreaking Pembangunan Jalan Shortcut Singaraja - Mengwitani Titik 7D dan 7E

Bupati Kembang juga menekankan pentingnya menutup seluruh celah kebocoran yang selama ini berpotensi menghambat pertumbuhan PAD. Ia memastikan pengawasan akan terus diperketat, termasuk evaluasi berkala terhadap kinerja OPD pengelola pendapatan.

“Kita ingin setiap rupiah yang masuk benar-benar tercatat dan kembali ke masyarakat dalam bentuk program pembangunan. Tidak ada kompromi untuk integritas,” tandasnya.

Peningkatan PAD ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam mempercepat realisasi visi dan misi pembangunan daerah.

Dengan kapasitas fiskal yang semakin membaik, berbagai program prioritas, terutama yang menyentuh kebutuhan masyarakat kecil, diyakini dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments