UPDATEBALI.com, DENPASAR – Keselamatan di jalan tidak hanya berlaku di jalur perkotaan yang mulus, tetapi juga di medan berbatu dan tidak rata.
Menyadari karakter jalan di Bali yang beragam, Astra Motor Bali melalui tim Safety Riding kembali melaksanakan kegiatan edukatif bertema #Cari_Aman, yang kali ini difokuskan pada cara berkendara aman di lintasan berbatu atau gravel.
Lintasan berbatu menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara roda dua. Permukaannya yang licin dan tidak stabil menuntut kewaspadaan serta teknik berkendara yang tepat agar terhindar dari risiko tergelincir. Dalam kegiatan edukasi tersebut, Astra Motor Bali membagikan sejumlah tips praktis yang bisa diterapkan pengendara di lapangan.
Safety Riding Instructor Astra Motor Bali, Yosepth Klaudius, menjelaskan bahwa memahami karakter lintasan adalah langkah awal menuju keselamatan.
“Banyak pengendara kurang menyadari bahwa jalan berbatu membutuhkan cara berkendara yang berbeda. Melalui kampanye #Cari_Aman ini, kami ingin menanamkan kebiasaan berkendara yang hati-hati dan bertanggung jawab, di mana pun medannya,” ujarnya pada Jumat, 17 Oktober 2025.
Adapun beberapa ‘jurus aman’ yang disampaikan antara lain: menjaga kecepatan tetap stabil, menghindari pengereman mendadak, menjaga keseimbangan tubuh, serta selalu memperhatikan kondisi jalan di depan. Yosepth menegaskan pentingnya mengenali batas kemampuan diri dan selalu memprediksi potensi bahaya di sekitar.
“Intinya, jangan memaksakan diri. Lebih baik melambat dan menilai kondisi jalan terlebih dahulu. Dengan begitu, risiko kecelakaan bisa ditekan,” tambahnya.
Program #Cari_Aman menjadi bagian dari komitmen Astra Motor Bali dalam membangun budaya keselamatan berkendara di masyarakat. Melalui edukasi rutin dan pendekatan langsung kepada pengendara, diharapkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan semakin tertanam kuat.
“Keselamatan bukan hanya tentang menguasai kendaraan, tetapi juga tentang sikap dan tanggung jawab di jalan. Kami ingin masyarakat Bali menjadikan #Cari_Aman sebagai kebiasaan, bukan sekadar slogan,” tutup Yosepth.(den/ub)





