Kamis, Februari 29, 2024
BerandaBaliMetatah Massal Pertama di Desa Dauh Puri Kaja Denpasar

Metatah Massal Pertama di Desa Dauh Puri Kaja Denpasar

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengikuti acara Nyangging dalam rangka Karya Mapandes/Metatah Massal yang diadakan untuk pertama kalinya oleh Desa Dauh Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara. Acara tersebut digelar di Wantilan Pura Agung Lokanatha Lumintang pada Sukra Umanis Merakih, Jumat 22 September 2023.

Sejak pagi, ratusan warga telah memadati Bale Peyadnyan untuk mengikuti prosesi upacara Mepandes Massal ini. Yang menarik, prosesi ini melibatkan penyandang disabilitas sebagai peserta, menunjukkan inklusivitas dan keberagaman dalam menjalankan tradisi agama Hindu.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula beberapa tokoh penting, antara lain Ketua Komisi Satu DPRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara, Camat Denpasar Utara, I Wayan Yusswara, serta undangan dan tokoh masyarakat desa setempat.

Baca Juga:  Dukung Perkembangan UMKM Bali, Bank Indonesia Gelar Bali Jagadhita Culture Week III tahun 2022

Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara, menjelaskan pentingnya ritual potong gigi (mepandes) dalam agama Hindu. Ia mengatakan bahwa Mepandes merupakan salah satu ritual Manusa Yadnya yang wajib dilakukan, terutama ketika anak memasuki usia remaja atau dewasa.

Tujuan dari ritual ini adalah untuk mengendalikan enam sifat buruk manusia yang dikenal sebagai sad ripu, yaitu Kama (nafsu indriya yang berlebihan), Lobha (keserakahan), Krodha (kemarahan), Mada (keadaan mabuk), Matsarya (iri hati), dan Moha (kebingungan).

Baca Juga:  Pelepasan Calon Wisudawan Fakultas Pariwisata Unud Periode ke-110

Lebih lanjut, Walikota menjelaskan bahwa Metatah, atau upacara pemotongan gigi, juga bertujuan untuk menetralisir sifat buruk tersebut dalam diri manusia. Ritual ini memiliki makna mendalam dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Perbekel Desa Dauh Puri Kaja, I Gusti Ketut Sucipta, menjelaskan bahwa Metatah Massal ini merupakan kegiatan baru yang pertama kali diadakan oleh Desa Dauh Puri Kaja. Acara ini diikuti oleh 43 peserta dengan 5 sangging, yang semuanya adalah warga asli desa setempat. Kegiatan ini akan dijadwalkan secara rutin setiap 2 tahun sekali.

Baca Juga:  Polri harus jadi "Problem Solver" di Tengah Situasi Kamtibmas

Gusti Ketut Sucipta juga menekankan bahwa program ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu, sehingga dapat mengurangi beban biaya yang harus mereka keluarkan untuk melaksanakan ritual keagamaan. Semua proses Metatah ini diselenggarakan secara gratis, sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial dalam komunitas Hindu Desa Dauh Puri Kaja. (per/ub)

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments