UPDATEBALI.com, TABANAN – Satgas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kabupaten Tabanan terus berupaya melakukan antisipasi kemungkinan adanya penyebaran virus, meski sampai saat ini Tabanan masih nihil laporan kasus PMK (zona hijau). Menariknya lagi sebanyak 5 (lima) orang tim medis Polres Tabanan yang setiap hari menangani manusia, juga dilatih untuk menjadi vaksinator hewan, termasuk 6 (enam) orang dari jajaran TNI Kodim 1619/ Tabanan. Pelatihan digelar di Poktan Santi Tani Desa Timpag, Kerambitan, kamis (14/7) kemarin.
Kepala Dinas Pertanian kabupaten Tabanan, I Made Subagia menjelaskan, keterlibatan tim medis dari Polres Tabanan menjadi petugas vaksinator hewan adalah gagasan dari Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra. Dimana jika kemungkinan terjadi lonjakan kasus PMK, tim ini bisa mendukung petugas vaksinator yang telah disiapkan oleh dinas Pertanian melalui bidang terkait.
“Saat ini petugas vaksinator hewan kami sudah ada 52 orang tersebar di tiga Puskeswan termasuk di dinas kabupaten. Intinya, meaki zona hijau untuk PMK, tetap tidak boleh lengah,”tegasnya.
Begitupun dalam upaya pencegahan PMK, mantan Kadis LH ini menekankan antisipasi pencegahan sesuai dengan SOP seperti menjaga kebersihan (biosecurity) di lingkungan kandang, ternak, peternak termasuk orang yang bertugas atau berkunjung ke ternak. Serta melakukan desinfektan dengan ecoenzym bantuan dari pemerintah pusat maupun komunitas ecoenzym Tabanan. Serta mengawal ketat lalu lintas ternak.
Terpisah, Kasat Binmas Polres Tabanan AKP I Nengah Widia, S.H., M.H menjelaskan, tim medis yang sudah dilatih menjadi vaksinator hewan ini nantinya akan diperbantukan setiap ada kegiatan penyuntikan vitamin pada hewan ternak dari dinas pertanian. “Akan terus didampingi semasih Satgas PMK Tabanan belum dibubarkan,�pungkasnya. (den/ub)





