spot_img
spot_img
BerandaOpini dan ArtikelMerosotnya Harga Durian Menghantui Petani, Gelombang Kerugian Melanda

Merosotnya Harga Durian Menghantui Petani, Gelombang Kerugian Melanda

UPDATEBALI.com, BULELENG – Pasar durian yang sebelumnya berkilau kini diliputi bayang-bayang ketidakpastian ekonomi, seiring merosotnya harga durian secara drastis. Para Petani durian, yang Sebenarnya Mendapatkan hasil panen berlimpah, kini Malah menghadapi badai ekonomi yang tak terduga.

Penurunan harga yang tajam dalam beberapa minggu terakhir mengakibatkan tekanan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi industri durian.

Penurunan harga durian menimbulkan gelombang kerugian di kalangan Petani durian, banyak di antara mereka yang terpaksa menghadapi situasi sulit. Harga jual durian yang sebelumnya kisaran Rp 20 Ribu Sampai Rp 30 Ribu, Melorot di Di Kisaran Rp 5 Ribu Sampai Rp 10 Ribu Per Buahnya.

Baca Juga:  Makna Spiritual dari Tradisi ‘Nawur Penempuh’ Desa Adat Suwug

Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan ekonomi yang sulit diatasi. Para Petani kini berjuang untuk mempertahankan keberlanjutan bisnis mereka, sementara kerugian finansial menumpuk.

Salah satu Petani dan sekaligus pengepul Durian, asal Desa Kekeran, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Ketut Sutena mengungkapkan kekhawatiran mendalamnya terhadap situasi ini.

“Kami tidak pernah mengantisipasi penurunan harga drastis ini. Semua usaha keras kami hampir sirna karena harga durian yang tidak stabil,” ujar Sutena dengan nada kecewa.

Dia Menyebut hasil durian di tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hasil buahnya yang kecil, Tidak sesuai dengan yang diharapkan. Karena dampak dari kemarau Panjang saat ini menyebabkan tanaman durian kekurangan air, dan itu juga berpengaruh terhadap hasil buah, sehingga di saat panen buah yang di hasilkan malah buah yang lebih kecil.

Baca Juga:  Pj Lihadnyana : Pemerintah Kabupaten Buleleng Akan Wajibkan Toko Ritel Modern Jual Produk UMKM Lokal

Hal yang serupa juga pernah terjadi pada tahun 2021 dimana pada saat itu, hasil yang tidak maksimal dari Buah Durian disebabkan oleh Faktor Hujan yang Secara terus terusan, sehingga banyak buah durian dari petani banyak yang rusak, karena bunga dari Durian banyak yang Rontok yang menyebakan gagal berbuah.

“Nah Sekarang pada tahun ini musim kemarau Panjang dari bulan September kemarin sampai pertengahan November ini, tapi hasil buah durian yang saya dapat malah kecil kecil,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gelar Pasar Murah, Pemkab Tabanan Salurkan Cadangan Pangan Atasi Kerawanan Pangan

Sebagai petani durian Ia tidak bisa Berbuat banyak di Tengah situasi yang melanda saat ini, di Tengah panen rayanya buah durian. Harga satu buah durian Hanya di kisaran harga Rp 5 Ribu saja per Buahnya jika pembelian di kebunya Laangsung. Musim panen buah Durian Ini akan berlangsung sampai dengan Bulan Desember ini

“Harapan kami Semuanya sebagai petani semoga harga Durian Kembali ke harga yang stabil, sehingga apa yang kami lakukan tidak sia sia, dan Lelah dari kami selaku petani lokal bisa terbayarkan,“ pungkasnya.

Penulis : I Gede Wahyu Paramartha
Mahasiswa dari STAHN Mpu Kuturan Singaraja

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments