UPDATEBALI.com, TABANAN – Megawati Soekarnoputri, selaku Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Teknologi Nasional (BRIN), mengungkapkan harapannya untuk mendata dengan lebih rinci bibit-bibit tanaman di Indonesia. Tujuannya adalah agar bibit-bibit tersebut tidak mudah diperjualbelikan kepada pihak asing.
Dalam keterangan resmi dari BRIN yang diterima di Jakarta pada hari Senin, Megawati mengungkapkan, “Apabila ada pihak asing yang ingin mengambil bibit tanaman, mereka harus berkoordinasi dengan kami (menunjuk ke arah kepala BRIN). Tidak diperbolehkan adanya transaksi jual beli langsung di sini.”
Kunjungan Megawati ke Rumah Kaca Kaktus dan Rumah Anggrek di Kebun Raya Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali, bertujuan untuk mendorong peran BRIN dalam melakukan pendataan yang lebih terperinci terkait bibit tumbuhan. Hal ini diharapkan dapat mencegah praktik perjualbelikan bibit tanaman asli Indonesia, terutama anggrek, kepada pihak asing.
Saat berkeliling di rumah kaca kaktus dan rumah anggrek, Megawati secara teliti mengamati satu tanaman yang tumbuh dalam pot. Seorang peneliti kemudian menjelaskan bahwa tanaman tersebut berasal dari Vietnam, meskipun jenis tanaman yang sama juga banyak ditemukan di wilayah Sumatera.
“Sekilas memang berasal dari Vietnam, tetapi sebenarnya juga memiliki sebaran di Sumatra. Tanaman ini memiliki aroma yang harum. Saya saat ini sedang melakukan penelusuran lebih lanjut, dan kami menemukan bahwa sebarannya terdapat di Pulau Sumatera,” ungkap peneliti tersebut.
Megawati nampak tidak setuju dengan penjelasan bahwa tanaman tersebut berasal dari Vietnam, terutama karena jenis tanaman yang sama juga banyak ditemukan di Pulau Sumatera.
“Dari Vietnam? Saya tidak setuju dengan pernyataan itu, jika memang begitu,” tegasnya.
Kehadiran Megawati di rumah kaca kaktus dan rumah anggrek merupakan bagian dari kunjungan kerja jajaran BRIN ke Kawasan Sains dan Teknologi di Kebun Raya Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali. Dalam kesempatan tersebut, Megawati disambut oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, serta Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.
Sebelum Megawati tiba, sejumlah anggota Dewan Pengarah BRIN telah lebih dahulu hadir, di antaranya Wakil Ketua Dewan Pengarah BRIN Sri Mulyani dan Suharso Monoarfa, serta Anggota Dewan Pengarah BRIN lainnya, yaitu Emil Salim dan Bambang Kesowo.
Tidak hanya itu, Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, dan Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, juga terlihat hadir dalam acara tersebut. (ub/ant)





