Jumat, Juni 14, 2024
BerandaBaliMahasiswa ITB STIKOM Bali Dapat Kesempatan Kerja di Jepang Melalui Program Tokutei...

Mahasiswa ITB STIKOM Bali Dapat Kesempatan Kerja di Jepang Melalui Program Tokutei Ginou

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Kiprah ITB STIKOM Bali dalam mengirim mahasiswanya bekerja di luar negeri mendapat perhatian dari perusahaan PMA Jepang di Bali, PT TSUBASA Internasional Academy.

Pada Kamis, 6 Juni 2024, bertempat di Kantor LPK DARMA Denpasar, Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan, dan Presiden Direktur PT TSUBASA Internasional Academy, Yoshiyuki Kyomoto, menandatangani kerjasama pengiriman mahasiswa ke Jepang menggunakan visa kerja atau Tokutei Ginou.

Yoshiyuki Kyomoto menjelaskan bahwa perusahaannya fokus pada tiga bidang untuk visa kerja ini, yaitu building cleaning, food processing, dan hospitality.

“Namun, saat ini kebutuhan tenaga kerja di bidang building cleaning sangat banyak di seluruh Jepang, itulah yang menjadi prioritas kami,” kata Yoshiyuki Kyomoto setelah acara penandatanganan.

Dr. Dadang Hermawan menyatakan bahwa kerjasama dengan TSUBASA adalah salah satu solusi untuk membantu mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Banjar Anyar

“Mereka hanya perlu membayar Rp 6 juta untuk kuliah satu semester di Bali sambil kursus Bahasa Jepang. Jika sudah lulus bahasa Jepang dan keterampilan kerja, kami akan kirim mereka ke Jepang dengan kontrak kerja selama 5 tahun. Penghasilan yang besar selama di Jepang bisa digunakan untuk membayar kuliahnya dan membantu keluarganya,” jelas Dadang Hermawan.

Melalui program ini, dalam waktu 5 tahun, seorang mahasiswa ITB STIKOM Bali yang pulang dari Jepang akan mendapatkan empat manfaat: ijazah sarjana, modal dalam bentuk uang yang banyak, pengalaman kerja internasional, dan kemampuan berbahasa Jepang yang luar biasa.

“Lima tahun nanti, mahasiswa kami yang pulang dari Jepang akan tampil berbeda. Mereka bisa membuka lapangan kerja bagi dirinya dan orang lain. Bandingkan dengan mereka yang tamat kuliah di Indonesia dan masih mencari kerja atau berpenghasilan pas-pasan,” tambah Dadang Hermawan.

Baca Juga:  Menteri PUPR Lakukan Peninjauan Venue G20 di Hutan Mangrove

Rahman Sabon Nama, SE, Staf Khusus ITB STIKOM Bali yang mengurus mahasiswa ke Jepang, menambahkan bahwa syarat untuk bekerja di Jepang dengan visa kerja Tokutei Ginou sangat mudah. Calon pekerja hanya memerlukan kemampuan berbahasa Jepang yang dibuktikan dengan sertifikat Bahasa Jepang Level N-4 dan sertifikat pekerja berketrampilan khusus atau Specified Skill Worker (SSW), serta harus sehat jasmani dan rohani.

“Peluang kerja di Jepang sangat banyak. Oleh karena itu, rektor meluncurkan program kuliah di ITB STIKOM Bali sambil kerja di Jepang. Para mahasiswa hanya membayar Rp 6 juta, mereka kuliah satu semester di Bali sambil kursus bahasa Jepang di LPK DARMA. Jika sudah lulus N4 dan SSW, barulah mereka terbang ke Jepang. Meski belum dipublikasikan secara luas, sudah 20 orang terdaftar mengikuti program ini,” kata Rahman.

Baca Juga:  Identifikasi Isu Pariwisata Terkini di WBD Jatiluwih, Universitas Sorbonne dan FPar Unud Lakukan Site Visit

Direktur LPK DARMA, Drs. Dede Heryadhy, MM, menambahkan bahwa animo anak muda Bali untuk ke Jepang sebagai peserta magang sangat tinggi. Sejak tahun 2018, LPK DARMA sudah mengirim sedikitnya 515 peserta magang. Sebagian sudah selesai magang dan berpindah ke visa kerja, ada yang pulang ke Indonesia, dan sebagian lagi masih mengikuti magang.

“Sayangnya program magang ini segera akan digantikan oleh visa kerja Tokutei Ginou. Kerjasama ITB STIKOM Bali dengan TSUBASA ini membuka peluang bagi calon peserta magang dari LPK DARMA maupun LPK lain di Bali yang selama ini masih antri untuk segera mengikuti program Tokutei Ginou,” jelas Dede Heryadhy.(*/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments