spot_img
spot_img
BerandaBaliLindungi Petani dari Resiko Gagal Panen, Dinas Pertanian Buleleng Tawarkan Program AUTP

Lindungi Petani dari Resiko Gagal Panen, Dinas Pertanian Buleleng Tawarkan Program AUTP

UPDATEBALI.com, BULELENG – Usaha di sektor pertanian khususnya padi bisa dihadapkan resiko ketidakpastian cukup tinggi yang mengakibatkan kegagalan panen dengan disebabkan perubahan iklim seperti banjir, kekeringan serangan hama dan penyakit Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang menjadi sebab kerugian usaha petani.

Untuk menghindari hal tersebut, Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah saat ini memberikan solusi terbaik berupa program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang diharapkan dapat memberikan perlindungan resiko ketidakpastian guna menjamin petani mendapatkan modal kerja untuk usaha tani dari klaim asuransi.

Baca Juga:  Jadi Pilot Project Wolbachia, WMP Optimis DBD di Buleleng dapat Ditekan
Lindungi Petani dari Resiko Gagal Panen, Dinas Pertanian Buleleng Tawarkan Program AUTP
Lindungi Petani dari Resiko Gagal Panen, Dinas Pertanian Buleleng Tawarkan Program AUTP. Sumber foto : Kominfosanti Buleleng

Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, I Made Sumiarta saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin, 6 November 2023, menyampaikan dalam program AUTP bertujuan untuk melindungi petani dengan memperoleh ganti rugi apabila mengalami gagal panen.

Dalam AUTP ini nilai pertanggungan yang akan diberikan sebesar Rp. 6.000.000 untuk tiap hektare permusim tanam dengan premi asuransi sebesar Rp.180.000 per hektare per musimnya.

“Pemerintah memberikan bantuan premi sebesar 80 persen atau sekitar Rp.144.000. Dengan demikian, petani atau kemitraan menanggung premi sebesar 20 persen atau Rp. 36.000,” ucap Kadis Sumiarta.

Baca Juga:  Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi?

Terkait persyaratan, Kadis Sumiarta menyampaikan bahwa umur padi sudah melewati 10 Hari Setelah Tanam (HST) untuk tanaman padi yang ditanam dengan teknologi tapin, melewati 30 hari setelah tebar pada sistem tanam benih langsung, dan berumur 30 hari setelah pemotongan/panen perdana, serta tumbuh tunas baru pada sistem padi bermutu dan bersertifikat.

“Ganti rugi juga dapat diberikan apabila intensitas kerusakan mencapai lebih dari 75 persen dengan luas kerusakan yang mencapai lebih dari 75 persen pada setiap luas petak alami,” tegasnya.

Baca Juga:  Lestarikan Budaya, Bupati Sanjaya Support Workshop Joged Bumbung Kreativitas Paiketan Seniman Tabanan

Selain itu, petani yang ingin mendaftar AUTP paling lambat satu bulan sebelum musim tanam tiba, petani yang ingin mengikuti program asuransi harus tergabung di dalam kelompok atau Subak, memiliki lahan sawah dan melakukan usaha budidaya tanaman padi lahan maksimal 2 hektare, serta petani pemilik atau penggarap lahan sawah yang sudah memiliki NIK.

“Silakan menghubungi penyuluh pertanian kami yang ada dimasing-masing wilayah kerjanya, silakan konsultasikan hal-hal yang belum jelas terkait asuransi pertanian ini,” tutupnya. (adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments