spot_img
spot_img
BerandaBaliLewat Ngelawang Wewaler, Duta Buleleng Gaungkan Pesan Menjaga Harmoni Alam di PKB...

Lewat Ngelawang Wewaler, Duta Buleleng Gaungkan Pesan Menjaga Harmoni Alam di PKB 2026

UPDATEBALI.comDENPASAR – Komunitas Seni Rare Kual yang mewakili Kabupaten Buleleng menghadirkan sajian Ngelawang bertajuk “Wewaler” dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.

Pertunjukan ini menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam melalui nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur Bali.

Atraksi seni tersebut berlangsung di kawasan Taman Budaya Bali, dimulai dari pintu utara dan bergerak menuju depan Gedung Kriya. Sepanjang lintasan, para seniman muda Rare Kual membawakan cerita yang mengajak masyarakat merenungkan kembali hubungan manusia dengan lingkungan hidup yang menjadi sumber kehidupan.

Penampilan itu berhasil menyedot perhatian ratusan pengunjung yang memadati area pertunjukan. Selain menghadirkan hiburan, sajian ngelawang tersebut juga sarat dengan pesan edukatif mengenai pentingnya pelestarian alam.

Baca Juga:  Gandeng Heineken, Komunitas Balawa Sumbangkan Satu Ton Beras kepada Warga Desa Pedawa

Konseptor sekaligus pembina Komunitas Seni Rare Kual, Ngurah Indra Wijaya atau yang akrab disapa Podol, menjelaskan bahwa “Wewaler” berangkat dari filosofi peringatan leluhur yang diwariskan agar manusia tidak bertindak melampaui batas hingga merusak keseimbangan alam.

“Cerita ini menggambarkan bagaimana alam memberikan peringatan kepada manusia. Ketika hutan dirusak, pohon-pohon ditebang, dan habitat satwa dihilangkan, maka akan muncul berbagai dampak yang pada akhirnya kembali dirasakan oleh manusia sendiri,” ujarnya.

Dalam alur cerita, roh pepohonan, tumbuhan, dan satwa tampil sebagai simbol representasi suara alam. Kehadiran mereka menjadi pengingat akan pentingnya menjaga lingkungan serta menghormati berbagai petuah dan larangan yang diwariskan leluhur sebagai pedoman hidup.

Baca Juga:  OJK Ajak Generasi Muda Biasakan Menabung Lewat HIM dan BLK 2025

Pesan yang diangkat juga sejalan dengan tema PKB XLVIII Tahun 2026, yakni Atma Kerthi, yang menekankan upaya memuliakan jiwa serta membangun kesadaran kolektif dalam menjaga keharmonisan semesta. Melalui simbol-simbol alam yang ditampilkan, pertunjukan ini mengajak masyarakat memahami bahwa kelestarian lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia.

Secara visual, “Wewaler” menampilkan beragam karakter yang merepresentasikan unsur alam, mulai dari tumbuhan hingga satwa. Nuansa pertunjukan semakin hidup dengan iringan gamelan ngelawang dan baleganjur yang memperkuat penyampaian pesan kepada penonton.

Sebanyak 65 seniman cilik dan remaja terlibat dalam garapan ini. Mereka berasal dari berbagai jenjang usia, mulai anak-anak taman kanak-kanak hingga remaja berusia 15 tahun. Selama kurang lebih dua bulan, para peserta menjalani proses latihan intensif untuk menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menarik secara artistik, tetapi juga kaya akan nilai pendidikan dan pelestarian budaya.

Baca Juga:  Duta Badung Tampilkan Kemampuan Terbaik pada Wimbakara Gender Wayang PKB XLVIII 2026

Melalui pementasan tersebut, Komunitas Seni Rare Kual berharap masyarakat semakin menyadari bahwa berbagai wewaler yang diwariskan leluhur sesungguhnya mengandung pesan penting tentang hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Ngurah Indra Wijaya pun berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam pertunjukan itu dapat menjadi bahan renungan bagi masyarakat luas.

“Kami ingin mengingatkan bahwa alam bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga dijaga. Melalui ‘Wewaler’, kami mengajak masyarakat kembali memahami pesan-pesan leluhur agar tetap hidup berdampingan dengan alam secara harmonis,” pungkasnya.(adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments