spot_img
spot_img
BerandaBaliKeyakinan Konsumen Bali Meningkat, Indeks Keyakinan Capai 145,7 di September 2024

Keyakinan Konsumen Bali Meningkat, Indeks Keyakinan Capai 145,7 di September 2024

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Survei Konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia pada September 2024 menunjukkan bahwa keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Bali mengalami peningkatan yang signifikan.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Provinsi Bali tercatat sebesar 145,7, meningkat dari bulan sebelumnya yang berada di angka 139,8, dan tetap berada dalam zona optimis (indeks > 100).

Kenaikan IKK ini sejalan dengan inflasi yang terjaga serta didorong oleh perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, yang memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Sementara itu, IKK nasional juga tercatat stabil dengan angka 123,5, meskipun sedikit turun dari 124,4 pada bulan sebelumnya.

Baca Juga:  Dampingi Gubernur Bali, Bupati Bangli Hadir dalam Musda III BKS-LPD Provinsi Bali Tahun 2022

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menjelaskan bahwa peningkatan keyakinan konsumen di Bali pada bulan September 2024 didorong oleh capaian Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

“IKE mengalami peningkatan, terutama pada Indeks Konsumsi Barang Kebutuhan Tahan Lama yang tumbuh 7,1% dari 119,5 menjadi 128,0. Selain itu, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja juga tumbuh 2,8% dari 144,0 menjadi 148,0,” ucapnya.

Peningkatan keyakinan konsumen juga terlihat pada IEK yang naik dari 145,5 menjadi 153,7, atau meningkat 5,6% secara month-to-month (mtm).

Baca Juga:  Tipu Puluhan Juta, Polres Jembrana Amankan Dokter Gadungan Asal Buleleng

Hal ini didorong oleh beberapa komponen IEK, antara lain Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja enam bulan mendatang yang meningkat 8,0% menjadi 154,5, dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha yang juga meningkat 7,0% menjadi 161,5. Indeks Ekspektasi Penghasilan enam bulan mendatang tumbuh 1,8% menjadi 145,0.

Peningkatan ekspektasi konsumen di masa depan ini diperkirakan akan berdampak positif terhadap konsumsi rumah tangga, perkembangan investasi, serta peningkatan produktivitas dan daya saing.

“Hal ini dapat membuka peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang kuat,” ungkapnya.

Namun, Erwin menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat. Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkoordinasi untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga komoditas agar inflasi di Bali tetap berada dalam kisaran target 2,5%±1%.

Baca Juga:  Kapolda Bali Serahkan Sertifikat Asesmen Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata

Selain itu, diperlukan upaya untuk menjaga daya beli petani dengan menciptakan ekosistem pangan terintegrasi yang melibatkan Perumda sebagai offtaker, guna memastikan stabilitas harga serta margin yang seimbang antara petani dan konsumen.

Dengan keyakinan konsumen yang meningkat dan langkah-langkah strategis dalam pengendalian inflasi, diharapkan perekonomian Bali dapat terus berkembang dengan baik ke depan.(yan/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments