UPDATEBALI.com, TABANAN – Kebakaran hebat melanda Apotek Melati Farma dan Laboratorium Taksu di Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Rabu pagi 16 Oktober 2024.
Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik tersebut mengakibatkan kerugian material mencapai sekitar Rp 7 miliar.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.00 WITA. Gustu Nuggy, saksi yang berada di laboratorium saat kejadian, mengatakan bahwa api sudah dalam kondisi besar ketika ia mencoba memadamkannya menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
“Api dengan cepat membesar, sehingga sulit untuk dikendalikan,” jelasnya.
Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi lima menit setelah mendapat laporan dan segera mengerahkan lima armada. Proses pemadaman berlangsung cukup intens dengan bolak-balik mengangkut air hingga 20 tangki. Selain itu, bantuan datang dari unit pemadam Kabupaten Badung, PLN Tabanan, dan masyarakat sekitar.
Meskipun kerugian material sangat besar, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kepala Satpol PP Tabanan, I Gede Sukanada, mengatakan bahwa penyebab kebakaran diduga kuat akibat korsleting listrik.
“Kami mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk lebih waspada dan memperhatikan keamanan instalasi listrik di tempat usaha mereka,” ujar Sukanada.
Pemilik apotek dan laboratorium menerima musibah ini dengan lapang dada dan memilih untuk tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Masyarakat setempat turut berempati dan mendukung pemilik usaha dalam menghadapi musibah yang mereka alami.(tia/ub)





