UPDATEBALI.com, TABANAN – Penyelidikan kasus penelantaran bayi yang ditemukan di Kecamatan Penebel masih terus berlangsung.
Pihak kepolisian bersama Dinas Sosial (Dinsos) Tabanan saat ini fokus pada proses hukum sebelum bayi tersebut dapat diserahkan ke Dinas Sosial Provinsi Bali untuk perawatan lebih lanjut.
Kepala Disos Tabanan, I Gede Nyoman Gunawan, mengungkapkan bahwa sesuai prosedur, bayi yang ditemukan terlantar harus melalui proses penyelidikan oleh kepolisian sebelum dipindahkan ke lembaga yang berwenang.
“Kami menunggu hasil penyelidikan dan melewati masa tenggang 14 hari sebelum bayi ini bisa diserahkan ke Dinas Sosial Provinsi Bali,” ujarnya, Senin, 3 Maret 2025.
Gunawan juga menegaskan bahwa Tabanan belum memiliki yayasan khusus untuk merawat bayi terlantar, sehingga koordinasi dengan pihak provinsi menjadi langkah yang harus ditempuh.
Selama proses ini, Disos Tabanan terus memantau kondisi bayi dan berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memastikan kesehatannya tetap terjaga.
Kasus ini berawal dari penemuan bayi perempuan dalam kardus di area tegalan, Jalan Raya Pemanis – Marga, Banjar/Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Sabtu, 1 Maret 2025 sekitar pukul 08.00 WITA. Saat ditemukan, bayi dalam kondisi sehat dan diperkirakan baru berusia dua hari.
Kapolsek Penebel, AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa, menyatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan bukti dan mencari petunjuk terkait pelaku yang diduga sengaja menelantarkan bayi tersebut.
“Kami telah berkoordinasi dengan Polres Tabanan untuk mengusut kasus ini. Identitas orang tua bayi masih dalam penyelidikan,” jelasnya. (tia/ub)