UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung memastikan ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan dalam kondisi aman.
Pemantauan langsung dilakukan di sejumlah titik untuk memastikan pasokan tetap terjaga sekaligus mengantisipasi gejolak harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat.
Pengecekan lapangan dilakukan terhadap berbagai komoditas kebutuhan pokok maupun sarana upacara. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Pasar Bunga Desa Baha, Kecamatan Mengwi, yang dikenal sebagai sentra perdagangan bunga dalam skala grosir.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan, menjelaskan bahwa pasar tersebut memiliki karakteristik khusus karena menjadi pusat distribusi berbagai jenis bunga yang banyak dibutuhkan masyarakat menjelang hari raya.
“Pasar Baha ini agak spesifik, yang khusus menjual bunga dan sudah kelasnya ini adalah grosir. Kalau dilihat jenis komoditas bunga yang dijual itu ada lima; bunga pacar, bunga gumitir, bunga kembang seribu, eh dan juga ada bunga-bunga lainnya, sekitar lima lah rata-rata per hari,” jelas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan saat memantau pasar, Kamis siang.
Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlengkapan upacara menyebabkan harga sejumlah jenis bunga mengalami kenaikan. Meski demikian, pemerintah menilai kenaikan tersebut masih berada dalam batas yang wajar dan tidak mengganggu stabilitas pasar.
“Kebutuhan masyarakat akan bunga tentu meningkat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Jadi memang betul ada kenaikan harga rata-rata ya, kalau kami rata-rata sekitar Rp 5 ribu sampai dengan maksimal Rp 10 ribu ya,” ungkap I Made Agus Aryawan.
Menurutnya, harga bunga di Pasar Baha masih relatif lebih rendah dibandingkan pasar umum karena sistem penjualannya yang berbasis grosir. Selain itu, pasokan dari petani lokal maupun daerah lain juga masih berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat dipastikan tetap terpenuhi.
Selain memantau komoditas bunga, tim juga melakukan pengecekan terhadap ketersediaan beras di Gudang Bulog Sempidi. Hasil pemantauan menunjukkan cadangan beras masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
“Ya kalau bahan pokok untuk beras, sebagaimana tadi kami cek di Bulog Sempidi, stoknya aman 5 sampai 6 bulan ke depan. Jadi setiap hari paling tidak ada 2.500 ton itu tersedia ya, stok beras idle,” terang I Made Agus Aryawan.
Kondisi tersebut turut didukung oleh hasil panen di sejumlah kawasan pertanian di Badung. Produksi gabah dari beberapa subak dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan daerah dalam menghadapi peningkatan kebutuhan selama hari besar keagamaan.
“Di Subak Blahkiuh itu ada sekitar 70 ton lebih gabah hasil panen dengan luas panen sekitar 130-an hektar. Lalu luas lahan panen di Subak Lepud mencapai lebih dari 250 hektar dengan tingkat produktivitas yang cukup bagus. Rata-rata produktivitas lahan di kedua subak tersebut berada di angka 6,3 ton hingga 7,5 ton gabah kering per hektar,” urai I Made Agus Aryawan.
Pemkab Badung juga memonitor perkembangan harga dan stok daging babi yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat menjelang Galungan. Dari hasil pengecekan di tingkat peternak, harga babi hidup masih berada pada kisaran normal dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.
“Salah satu peternak di Ayunan kami cek, terlihat ada stabilitas harga yang cukuplah ya, tidak terlalu signifikan kenaikannya. Kalau harga tabelnya itu sekitar Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu lah ya, masih belum bersih atau dipotong. Sedangkan yang sudah bersih, itu daging ya, sekitar Rp 90 ribu sampai Rp 95 ribu, itu di pasar umum,” kata Agus.
Pemerintah memastikan pasokan daging dari peternak masih mampu memenuhi kebutuhan pasar tradisional. Namun, masyarakat yang membutuhkan dalam jumlah besar disarankan melakukan pemesanan lebih awal agar ketersediaan stok tetap terjamin menjelang puncak perayaan Galungan dan Kuningan.(adv/ub)





