Jalan Nasional Antosari–Megati Tertimbun Longsor di Depan Pasar Bajera, Penanganan Darurat Segera Dilaksanakan

0
874
Jalan Nasional Antosari–Megati Tertimbun Longsor di Depan Pasar Bajera, Penanganan Darurat Segera Dilaksanakan
Jalan Nasional Antosari–Megati Tertimbun Longsor di Depan Pasar Bajera, Penanganan Darurat Segera Dilaksanakan. Sumber foto: Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, TABANAN – Sebuah longsor menimpa Jalan Nasional Antosari–Megati pada Senin 7 Juli 2025, tepat di depan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan.

Tergerusnya badan jalan tersebut mengganggu arus lalu lintas utama dari Denpasar menuju Gilimanuk.

Menurut I Gusti Putu Eka Mulyawan Wira Senapati (“Gus Wawan”), Koordinator Bidang Komunikasi Tim Percepatan Pembangunan Bali 2025–2030, penyebab longsor adalah ambruknya saluran irigasi yang melintang di bawah aspal.

Baca Juga:  Bappenas Targetkan TPA Suwung Ditutup Tahun Ini

“Aliran air dari timur Pasar Bajera ke selatan merusak struktur penyangga, sehingga tanah sedalam delapan meter amblas dan menciptakan muka air setinggi 1,8 meter,” jelasnya.

Tim gabungan—terdiri atas Ditlantas Polda Bali, Dinas Perhubungan, Dinas PUPRKIM Provinsi Bali, Satker PJN Wilayah I Bali, dan Balai Pelaksana Transportasi Darat Wilayah II Bali—segera meninjau lokasi. Satker PJN Wilayah I telah mengajukan anggaran penanganan darurat kepada BBPJN Jawa Timur–Bali.

Baca Juga:  Babinsa Sakti Lakukan Patroli di Pantai Cristal Bay

Solusi teknis yang diusulkan adalah pemasangan box culvert berukuran 2 × 2 meter untuk menggantikan saluran yang rusak, lalu memulihkan perkerasan jalan. Pekerjaan diperkirakan rampung dalam 30 hari kalender.

Sambil menunggu perbaikan utama, arus kendaraan dibagi dua rute alternatif: lalu lintas dari Gilimanuk diarahkan ke jalan di sebelah utara dan keluar di sisi timur Pasar Bajera, sedangkan kendaraan dari arah Denpasar dialihkan sebelum Indomaret dan keluar di sebelah barat Terminal Bajera.

Baca Juga:  FISIP Udayana Sambut Kunjungan FISIP Universitas Lambung Mangkurat

“Langkah awal meliputi pemasangan rambu pengalih, pemasangan pagar pengaman, penyiapan steel sheet pile, serta mobilisasi alat berat seperti ekskavator dan crane,” tambah Gus Wawan.

Saat ini tim tengah membersihkan area dan membangun akses kerja untuk pemasangan box culvert.

Pemerintah menegaskan komitmen cepat memulihkan jalur vital ini agar mobilitas penduduk dan distribusi barang kembali lancar.(yud/ub)