UPDATEBALI.com, DENPASAR – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali melalui Rektor Dr. Dadang Hermawan menyatakan klarifikasi terkait isu yang mengaitkan institusinya dengan Stikom Bandung.
Dalam konferensi pers yang berlangsung pada Sabtu, 25 Januari 2025, Dr. Dadang Hermawan yang didampingi Wakil Rektor III, Dr. Yudy Agusta, Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak., C.A., Wakil Rektor I, Dr. Roy Rudolf Huizen, dan Wakil Rektor II Dr. Putri Srinadi, SE., MM.Kom., menegaskan bahwa ITB STIKOM Bali dan STIKOM Bandung adalah dua institusi berbeda, baik dari segi logo maupun program studi yang ditawarkan.
ITB STIKOM Bali berada di bawah Yayasan Widya Dharma Shanti (WDS) dan menaungi empat perguruan tinggi yakni, ITB STIKOM Bali, Politeknik Nasional (Polnas), Politeknik Ganesha Guru di Singaraja dan Universitas Teknologi Bandung (UTB).
“STIKOM Bandung itu berbeda dengan ITB STIKOM Bali. Dari logo hingga program studi, semua berbeda. Apa yang terjadi di tempat lain kami jadikan pelajaran agar tidak terjadi di tempat kami,” ujar Dr. Dadang Hermawan.

Dr. Dadang juga memaparkan langkah strategis ITB STIKOM Bali untuk meningkatkan kualitas akademik. Salah satu langkah utamanya adalah re-akreditasi beberapa program studi, termasuk program pascasarjana yang telah berjalan sejak 2022.
“Program pascasarjana kami terus berkembang. Hingga saat ini, kami telah meluluskan 10 mahasiswa. Pada wisuda sebelumnya, kami telah meluluskan 33 dan 34 mahasiswa. Kami berupaya mengembangkan program dan memutakhirkan aplikasi pendukungnya yang rencananya akan selesai pada Maret 2025,” jelasnya.
Ditambahkan lagi, ITB STIKOM Bali memiliki empat kampus yang semuanya berada di wilayah Bali.
“Jadi sekali lagi ITB STIKOM Bali tidak ada kaitannya dengan perguruan tinggi komunikasi Bandung,” tambah Dadang Hermawan.
Yayasan Widya Dharma Shanti didirikan pada 20 Mei 2001. Yayasan itu menjadi cikal bakal berdirinya ITB STIKOM Bali beserta lembaga pendidikan lainnya.
Dadang mengatakan, nomenklatur STIKOM Bali sesuai yang terdaftar di kementerian pendidikan tinggi pada saat itu, memang ilmu komunikasi. Namun, dari awal lembaga yang berpusat di kawasan Renon, Denpasar itu mengajarkan ilmu komputer.
“Tapi di masyarakat lain kondisinya, Kom itu mengacu pada komputer selanjutnya kita pakai nama resmi STIKOM Bali sampai sekarang,” kata Dadang Hermawan.
Konferensi pers ini menjadi langkah proaktif ITB STIKOM Bali untuk memperjelas identitasnya sekaligus menunjukkan komitmen dalam menjaga mutu pendidikan dan inovasi.(den/ub)





