Senin, Maret 10, 2025
BerandaKesehatanIni Penyebab Gejala Psoriasis Kulit

Ini Penyebab Gejala Psoriasis Kulit

UPDATEBALI.com, JAKARTA – Stres dan cuaca dingin serta kering dapat memicu munculnya psoriasis atau peradangan pada kulit yang terkadang disalahartikan sebagai eksim atau alergi, kata Ketua Bidang Sosial Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) dr. Adhimukti T. Sampurna, SpKK.

Ditemui dalam sebuah acara di Jakarta, Minggu 23 Juli 2023, dr. Adhimukti atau biasa dipanggil dr. Adhi menjelaskan, psoriasis merupakan peradangan pada kulit yang menyebabkan kulit menjadi bersisik, tebal, mudah terkelupas, dan terkadang juga terasa gatal.

Umumnya, gangguan kulit yang sebagian besar disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik ini dapat muncul di kulit bagian lutut, siku, lengan bawah, dan kulit kepala. “Saat ini yang masih banyak (menjadi faktor penyebab) karena keturunan,” kata dr. Adhi.

Baca Juga:  Kasatgas XI Banops Cek Pengamanan Kegiatan Side Event and Sherpa Track Presidensi G20

Meski demikian, menurut dr. Adhi hingga saat ini penyebab psoriasis masih belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi psoriasis dapat terjadi karena keturunan atau keluarga dengan riwayat psoriasis sebelumnya.

Bahkan, orang tanpa riwayat keluarga dengan psoriasis juga dapat mengalami kondisi tersebut jika memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh. Psoriasis juga dapat dipicu oleh faktor lainnya, yakni stres atau cuaca terlalu dingin dan kering.

“Stres ini bisa secara batin atau secara fisik. Biasanya, ada proses yang cukup berat sebelum psoriasis terjadi,” kata dr. Adhi.

dr. Adhi juga mengatakan sinar matahari dapat menjadi trigger atau pemicu munculnya gangguan psoriasis pada kulit. Hal ini karena sinar matahari dapat menyebabkan kulit terbakar (sunburn), sehingga kulit menjadi kering dan terluka dan rentan mengalami psoriasis.

Baca Juga:  Vietjet Catatkan Pertumbuhan Signifikan pada 2024 dengan Ekspansi Global dan Peningkatan Pendapatan

Gejala

Gejala psoriasis tergantung pada jenisnya. Namun, kondisi tersebut umumnya ditandai dengan kulit yang bersisik, menebal, dan terasa gatal. Gejala psoriasis dapat terjadi selama beberapa minggu, kemudian hilang untuk sementara waktu sampai akhirnya muncul kembali.

Selain itu, gejala psoriasis juga dapat muncul di kuku jari. Kuku orang dengan kondisi psoriasis dapat memunculkan bintik-bintik putih hingga kuku menjadi menebal.

Jika psoriasis muncul di kulit kepala, gejala yang dapat muncul adalah kulit kepala kering, bersisik dan berwarna kemerahan. Selain itu, pada kulit kepala dapat muncul ketombe dan terkelupasnya kulit kepala, terasa gatal dan nyeri, hingga rambut rontok.

Cara penanganan

dr. Adhi mengatakan psoriasis bukanlah gangguan kulit yang tidak menular. Oleh karena itu, kontak langsung dengan ruam di kulit penderita tidak akan menyebabkan seseorang tertular psoriasis.

Baca Juga:  Benarkah Nikotin Pemicu Utama Penyakit Berbahaya? Ini faktanya

Untuk pengobatan psoriasis, hal tersebut tergantung dari tingkat keparahan psoriasis dan efektivitas perawatan sebelumnya. Jika psoriasis dirasa masih belum terlalu parah, penggunaan pelembab atau petroleum jelly dapat diaplikasikan untuk meredakannya.

Selain pelembab dan petroleum jelly, obat oles dengan resep dokter juga dapat digunakan untuk meredakan gatal dan peradangan serta mengurangi gejala kulit bersisik. Jika pelembab dan obat oles tidak cukup ampuh mengatasi psoriasis, biasanya dokter akan menyarankan alternatif lain berupa obat minum, terapi cahaya dengan menggunakan sinar ultraviolet (UV)A atau UVB, dan suntikan.

“Ada yang obatnya diminum, ada yang dioles, ada juga yang suntikan. Nanti akan disesuaikan dengan apa yang cocok (untuk penderita psoriasis),” kata dr. Adhi. (ub/ant)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments