Minggu, Juni 16, 2024
BerandaBaliBadungGunakan Identitas Palsu Untuk VCS, Pria ini Ancam Sebarkan ke Medsos

Gunakan Identitas Palsu Untuk VCS, Pria ini Ancam Sebarkan ke Medsos

UPDATEBALI.com, BULELENG – Seorang pria berinisial IKAS (20) asal Banjar Dinas Sanih, Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng nekat gunakan identitas palsu untuk melakukan VCS (Vidio Call Sex) dengan tetangganya sendiri, pada tahun 2021.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kejadian itu bermula saat tersangka IKAS yang menyamar sebagai perempuan bernama Bella Putri untuk menjebak korban berinisial IMS (55) asal Banjar Dinas Sanih, Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng dengan cara merayu korban agar mau melakukan VCS melalui aplikasi WhatsApp.

Kanit II Reskrim Polres Buleleng Ipda Ketut Darbawa mengatakan, karena terpancing akan rayuan dari tersangka yang menyamar ini, akhirnya korban tanpa rasa curiga pun bersedia melakukan VCS. Namun tanpa sepengetahuan korban, aksinya itu ternyata di rekam oleh tersangka melalui fitur rekam layar dihandphonenya.

Baca Juga:  Pemerintah Kabupaten Klungkung Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah

“Tersangka menggunakan vidio orang lain saat melakukan VCS dengan korban. Jadi kamera diarahkan ke laptop tersangka yang sedang memutar vidio orang lain. Tersangka pun merekam aksi korban,” ucap Ipda Ketut Darbawa saat dikonfirmasi pada Selasa (30/8/2022).

Usai kejadian itu karena tersangka masih memiliki rekaman VCS korban, akhirnya tersangka yang mengaku sebagai Bella Putri pun kembali menghubungi korban melalui aplikasi WhatsApp sekitar bulan Juni 2022 lalu. Tersangka bermaksud memeras korban sebesar Rp1,5 Juta dengan ancaman menyebarkan vidio VCS korban kepada pihak keluarganya serta masyarakat melalui media sosial (Medsos).

“Tersangka melakukan perbuatan tersebut karena ingin menjatuhkan harga diri korban di kalangan publik, karena tersangka merasa sakit hati dengan korban dan tersangka ingin memeras korban dengan cara meminta uang imbalan jika vidio VCS korban tidak mau disebarkan,” Jelas Ipda Darbawa.

Baca Juga:  Asesmen Lapangan Prodi Spesialis Obstetri dan Ginekologi FK Unud oleh Asesor LAM-PTKes

Korban yang merasa ditipu akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Satuan Reserse Kriminal Polres Buleleng sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/100/VII/2022/SPKT/Polres Bll/Polda Bali tanggal 2 Juli 2022.

Usai diselidiki ternyata identitas tersangka adalah tetangganya sendiri, akhirnya tim penyidik mengamankan tersangka dirumahnya sendiri pada, Minggu (3/7/2022) lalu. Selain itu penyidik juga menyita beberapa barang bukti berupa handphone, kartu SIM dan laptop yang digunakan sebagai alat dalam melakukan aksinya itu.

“Sejak tanggal 4 Juli 2022 sampai sekarang ini terduga pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka masih diamankan di Rumah Tahanan Negara Polres Buleleng”, Ujarnya.

Baca Juga:  Banjir Aceh Sudah Terkendali Warga Tak Lagi Mengungsi

Kemudian berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan tersangka serta dikuatkan dengan adanya barang bukti yang ada, maka akibat perbuatannya tersangka IKAS disangkakan melanggar pasal 45 ayat (4) UU no 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 Miliar.

Selain itu tersangka juga disangkakan pasal 45 B UU no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU no 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun dan/atau denda paling banyak Rp750 Juta.

“Akibat perbuatannya tersangka telah melanggar dua pasal,” pungkas Ipda Darbawa.(diana/ub)

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments