spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungGubernur Koster Inisiasi Satu Desa Satu Advokat, Dorong Pemerataan Hukum di Bali

Gubernur Koster Inisiasi Satu Desa Satu Advokat, Dorong Pemerataan Hukum di Bali

UPDATEBALI.com, BADUNG – Dalam upaya menjangkau keadilan hingga ke pelosok desa, Gubernur Bali Wayan Koster menggulirkan gagasan program “Advokat Masuk Desa” saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Peradi Suara Advokat Indonesia (SAI) 2025 yang berlangsung di Anyava Resort and Hotel, Kuta, Kabupaten Badung, Jumat 25 Juli 2025 malam.

Gagasan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat desa yang selama ini menghadapi keterbatasan dalam mengakses bantuan hukum.

“Kami ingin seluruh desa memiliki pendamping hukum. Ini akan menjadi program Satu Desa Satu Advokat yang sifatnya pro bono bagi warga. Ini langkah nyata menuju keadilan yang merata,” ungkap Gubernur Koster dalam pidatonya.

Ia menambahkan, langkah ini melengkapi program Pemprov Bali yang telah lebih dulu diluncurkan, seperti Satu Desa Satu Klinik dan Satu Keluarga Satu Sarjana, sebagai bagian dari pembangunan inklusif berbasis kesejahteraan rakyat.

Baca Juga:  Dekan FIB Unud Pimpin Sidang Rencana Pembentukan Asosiasi Ilmu Humaniora

Acara Munas Peradi SAI 2025 diikuti oleh lebih dari 600 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Mengangkat tema penguatan organisasi melalui transformasi digital, Munas ini juga menjadi momentum evaluasi dan pemilihan Ketua Umum untuk periode 2025–2030 lewat sistem e-voting.

Ketua Umum Peradi SAI, Juniver Girsang, menyambut baik kehadiran Gubernur Koster dan menyatakan kekagumannya terhadap komitmen tersebut.

“Kami sangat bersyukur beliau bisa hadir. Ini menjawab doa kami. Bahkan, kami harap Bapak Koster bisa menjadi penasihat Peradi SAI ke depan,” ujar Juniver.

Baca Juga:  Paket Menarik Ditawarkan demi Tingkatkan Pariwisata Domestik

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Peradi sebagai organisasi yang melayani tanpa intrik, serta adaptif terhadap teknologi digital demi efektivitas layanan hukum di masa mendatang.

Tak hanya menjadi forum organisasi, Munas ini juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi Bali. Menurut Koster, tingkat hunian hotel tempat acara berlangsung mencapai 95%, menunjukkan tingginya antusiasme peserta yang sekaligus berkontribusi terhadap sektor pariwisata.

Dalam sambutannya, Koster turut memaparkan kondisi Bali pasca pandemi, yang kini kembali menggeliat dengan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6,4 juta pada 2024. Kontribusi Bali terhadap sektor pariwisata nasional pun signifikan, yakni sebesar 46% untuk kunjungan wisatawan asing dan 44% dari devisa nasional.

Baca Juga:  Dewan Buleleng Dukung Penuh Pembangunan Mall Pelayanan Publik

Lebih lanjut, Gubernur Koster menegaskan bahwa kekuatan utama Bali terletak pada budaya, bukan sumber daya alam seperti tambang atau industri berat.

“Budaya adalah satu-satunya modal utama Bali. Ini tidak akan habis selama masyarakat masih menjaganya. Untuk itu, mulai 2026 kami akan berikan insentif bagi kelahiran anak-anak dengan nama Nyoman dan Ketut, agar tradisi tidak punah,” kata Koster yang disambut tepuk tangan meriah.

Mengakhiri sambutannya, Koster menegaskan dukungannya terhadap Peradi SAI dan komitmen pemerintah daerah untuk menyukseskan inisiatif advokat masuk desa.

“Silakan dijalankan, dan kami akan fasilitasi. Ini akan menjadi model yang bisa diadopsi secara nasional,” tandasnya.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments