UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Dalam rangkaian suci persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, hari ini, Minggu 31 Maret 2024, Pura Agung Besakih menjadi saksi atas keindahan dan kekhusyukan upacara Tawur Tabuh Gentuh dan Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK).
Sebagai bagian dari penghormatan, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dari Kabupaten Jembrana turut ambil bagian dengan menghadirkan Tim Penggerak PKK, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Dharma Wanita Persatuan (DWP), yang menghaturkan ayah-ayahan dalam tarian Rejang Renteng.
Tari sakral ini, yang didefinisikan sebagai ungkapan spiritual yang dipentaskan dalam upacara keagamaan di pura, menambah kemegahan acara Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih.
Sebelum penampilan tarian yang memukau, seluruh penari bersama-sama melaksanakan persembahyangan yang dipimpin oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Wakil Bupati Jembrana IGN Patriana Krisna, serta tokoh-tokoh penting lainnya termasuk Sekda Jembrana, Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah pengawasan langsung Ida Peranda Gede Nyoman Tulikup dari Griya Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem.
Bupati Sanjaya, dalam ungkapannya, menyatakan rasa syukur karena dapat berkumpul dengan jajaran pemerintah dalam keadaan sehat untuk melaksanakan Bhakti Penganyar di Pura Penataran Agung Besakih. Ini adalah momen untuk memohon anugerah dan perlindungan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Jembrana.
“Penganyar ini merupakan bentuk persembahan tulus dari umat kepada Ida Bhatara yang berstana di Pura Agung Besakih, sebagai ungkapan syukur dan doa akan keberkahan serta bimbingan spiritual bagi umat Hindu,” ungkap Pamucuk Pemangku Pura Agung Besakih, I Gusti Mangku Jana.
Dia menambahkan bahwa setiap upacara besar seperti IBTK yang dilakukan di Pura Agung Besakih selalu diikuti dengan upacara penganyar. Tujuannya adalah untuk menghaturkan segala yang baik kepada Ida Bhatara, berharap umat Hindu diberkahi dan dibimbing menuju kemajuan dalam segala hal, baik secara mental, spiritual, maupun fisik.
Upacara penganyar ini juga menjadi awal dari serangkaian upacara suci lainnya, dengan puncaknya pada tanggal 14 April 2024, ketika upacara penyineban dilaksanakan, di mana Ida Bhatara akan kembali distanakan di masing-masing Pura. Dengan demikian, rangkaian persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan, menggambarkan kesatuan spiritual dan kebersamaan umat Hindu dalam memohon berkah dan petunjuk Ilahi. (yud/ub)