UPDATEBALI.com, BULELENG – Dalam satu minggu terakhir, wilayah Kabupaten Buleleng telah mengalami lonjakan peristiwa kebakaran lahan akibat musim kemarau panjang. Tercatat sejak 20 hingga 27 Agustus 2023, total kebakaran lahan mencapai delapan kasus.
Dimana delapan kasus tersebut didominasi berasal dari wilayah Kecamatan Sawan yakni sebanyak lima kasus. Sedangkan kasus lainnya berasal dari Kecamatan Buleleng satu kasus, Kecamatan Sukasada satu kasus serta satu kasus di Kecamatan Seririt.
Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Buleleng Made Adi Saputra mengatakan, banyaknya peristiwa kebakaran lahan tersebut dominan disebabkan faktor cuaca sehingga ranting dan rerumputan mengering mudah terbakar.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Adi Saputra menyebut pihaknya sudah menyiapkan sejumlah regu dan mobil pemadam dimasing-masing pos yang siap siaga selama 24 jam untuk memadamkan api.
“Untuk mobil pemadam di Pos Kubutambahan ada dua unit kapasitas 3 ribu liter, Pos Seririt sama, dan Pos Induk ada dua dengan kapasitas 3 ribu liter dan 5 ribu liter,” Ucap Kepala Bidang Pencegahan Damkar Kabupaten Buleleng Made Adi Saputra.
Kendati demikian, tidak ada kerugian material maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Namun pihaknya menegaskan agar masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan, meski sepele justru hal ini merupakan salah satu penyebab kebakaran.
“Hari ini juga baru selesai kami lakukan penanganan di Kecamatan Sukasada namun tidak ada sampai kerugian material dan korban jiwa juga,” Tandas Adi. (dna/ub)





