UPDATEBALI.com, TABANAN – Empat desa di Kabupaten Tabanan, yaitu Desa Belimbing, Desa Mundeh Kangin, Desa Jelijih Punggang, dan Desa Angkah, tengah mempersiapkan diri untuk menjadi kawasan desa durian yang potensial. Dua desa, Desa Belimbing dan Desa Mundeh Kangin, telah secara resmi dicanangkan sebagai desa durian dengan tujuan utama mengoptimalkan potensi durian lokal dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Desa Belimbing, yang terletak di Kecamatan Pupuan, dan Desa Mundeh Kangin, di Kecamatan Selemadeg Barat, sedang dalam tahap pengembangan dan pengumpulan data terkait varietas durian lokal. Lebih dari 34 varietas durian lokal yang memiliki potensi luar biasa telah teridentifikasi, meskipun baru dua di antaranya, yaitu durian kunyit dan durian galeng, yang telah mendapatkan sertifikat resmi.
Menurut Gusti Nyoman Omardani, tokoh masyarakat Desa Belimbing, keberadaan sertifikat menjadi keunggulan penting. Persiapan sertifikasi lahan durian sedang dilakukan dengan kerjasama antara desa-desa tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten, dan Dinas Pertanian Provinsi. Desa-desa ini berharap dapat menjadi pusat pengembangan durian lokal di Tabanan, dan pengakuan resmi akan melindungi varietas durian lokal mereka.
Selain persiapan fisik, seperti struktur organisasi dan pembinaan kelompok tani, desa-desa tersebut berupaya menggunakan teknologi dan teknik pertanian modern untuk membuat durian berbuah sepanjang tahun melalui teknik penyambungan dan penempelan. Selain itu, pengembangan pariwisata juga menjadi harapan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Dengan keberadaan desa durian, kita berharap dapat mengoptimalkan potensi lokal untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Omardani.
Desa-desa di Kabupaten Tabanan berharap langkah-langkah yang diambil akan membuat mereka menjadi pusat pengembangan durian lokal yang sukses dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat (tia/ub)





