UPDATEBALI.com, DENPASAR – Setelah sejumlah wilayah di Denpasar dan Kuta Selatan mengalami kelangkaan BBM pada Senin, 17 November 2025, anggota Komisi VI DPR RI I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan turun langsung melakukan rapat koordinasi dengan Pertamina.
Pertemuan berlangsung pada Jumat, 21 November 2025 di Kantor Pertamina Cabang Bali, Jalan Sugianyar, Denpasar.
Dalam pertemuan tersebut, Kesuma Kelakan menekankan pentingnya kesiapan stok BBM di Fuel Terminal Sanggaran sebagai langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem yang kerap terjadi menjelang akhir tahun.
“Stok minimal harus dua tangki penuh, sekitar enam ribu kiloliter. Dengan cadangan itu, kita bisa bertahan sekitar enam hari jika pengiriman terganggu akibat cuaca buruk. Jangan sampai terjadi kelangkaan lagi,” ujarnya.
Ia juga meminta Pertamina menyiapkan alternatif suplai dari darat bila pengiriman melalui laut kembali terhambat. Kelakan menyoroti persoalan keterbatasan armada truk BBM yang saat ini masih kurang dan berharap tambahan armada yang dijadwalkan datang pada Desember dapat memperkuat distribusi.
Selain menyoroti kesiapan stok jelang Natal dan Tahun Baru, ia meminta kejelasan data kuota dan realisasi penyaluran BBM di Bali. Menurutnya, keterlambatan distribusi selama satu hari saja dapat menimbulkan dampak luas bagi masyarakat, UMKM, dan aktivitas ekonomi.

“Pertamina harus memastikan masyarakat tidak menjadi korban. Bila persoalan terjadi lagi, mekanisme perlindungan konsumen bisa diberlakukan,” tegasnya.
Sales Area Manager Retail Bali PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Endo Eko Satryo, menjelaskan bahwa kelangkaan terjadi akibat pengiriman BBM melalui kapal tanker terhambat cuaca buruk. Ia memastikan pihaknya telah melakukan penambahan pengiriman untuk menormalkan stok di SPBU.
“Rata-rata suplai harian sekitar 1.024 kiloliter kami tingkatkan menjadi lebih dari 1.500 kiloliter selama dua hari untuk percepatan pemulihan. Stok SPBU sekarang kembali aman,” katanya.
Ia menambahkan, Pertamina terus berkoordinasi dengan terminal BBM dan pihak region untuk memastikan stabilitas suplai jelang masa libur panjang.
Pertamina memastikan stok BBM kini telah kembali normal. Dalam pekan ini, sebuah kapal tanker dijadwalkan tiba membawa 5.500 kiloliter Pertamax dan 3.000 kiloliter Pertalite untuk memperkuat pasokan.(den/ub)





