spot_img
spot_img
BerandaNewsDinkes Bali Sebut Tak Temukan Obat Praxion saat Surveilans Gagal Ginjal

Dinkes Bali Sebut Tak Temukan Obat Praxion saat Surveilans Gagal Ginjal

 

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali Nyoman Gede Anom menyampaikan bahwa tidak ditemukan produk obat sirup merek Praxion dalam hasil surveilans terhadap anak-anak yang pernah menderita gagal ginjal akut progresif atipikal di Pulau Dewata sejak 2022 lalu.

"Surveilans ada karena ada kasus gagal ginjal akut yang meninggal. Dan itu 18 orang kami datangi semua dan tidak boleh kami publikasikan (hasil survailans). Ini juga sudah kami laporkan ke Kemenkes, dulu obat sirup Praxion tidak ada di penemuan," katanya di Denpasar, Jumat, 10 Februari 2023.

Baca Juga:  Sekda Bali Dorong Sinergi Berkelanjutan untuk Pertahankan Angka Stunting Terendah

Meskipun saat ini hasil uji membuktikan bahwa obat Praxion aman, Kepala Dinkes Bali menegaskan bahwa hingga kini obat sirup tidak dijual bebas di apotek maupun toko obat, termasuk meminta rumah sakit berhati-hati dalam meresepkan pasien.

"Kami mengimbau bagi ibu-ibu yang memiliki anak walaupun sakit apapun, jangan sampai anaknya tidak kencing. Kalau bisa datang ke faskes dan jangan beli obat sendiri. Untuk saat ini jangan beli obat sembarangan, pakailah obat dari dokter atau faskes," ujarnya.

Baca Juga:  Dokter Sebut Vasektomi Minim Efek Samping

Hingga saat ini Dinkes Bali memastikan bahwa penyakit tersebut tak ada lagi di Pulau Dewata, ini terjadi berkat koordinasi yang terus dilakukan dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Bali sejak kasus pertama muncul di tahun lalu.

{bbbanner}

"Kalaupun ada, bertindak sedini mungkin. Teman-teman di puskesmas mengingatkan masyarakat untuk jangan terlambat membawa anaknya, semua yang meninggal itu karena terlambat," katanya.

Baca Juga:  Pj Bupati Buleleng Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengguna Jalan

Disampaikannya bahwa saat ini stok antidot cukup apabila ditemukan kasus gagal ginjal akut pada anak, namun apabila penanganannya terlambat maka solusinya hanya cuci darah, demikian Gede Anom.(ub/antara)
 

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments