UPDATEBALI.com, DENPASAR – Hujan lebat disertai angin kencang mengguyur wilayah Denpasar Timur pada Selasa (24/2/2026) pagi, memicu sejumlah bencana alam seperti pohon tumbang, jebolnya senderan rumah, dan banjir yang merendam pemukiman warga.
Dari kejadian ini Polsek Denpasar Timur (Dentim) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar bergerak cepat untuk menanggulangi dampak yang ditimbulkan.
Sejak pukul 09.00 Wita, laporan masuk dari warga mengenai pohon matoa tumbang setinggi sekitar 10 meter dengan diameter 30 cm di depan Setra Desa Adat Kesiman, Jalan Waribang, Kesiman Petilan. Akibatnya, akses jalan sempat tersendat karena setengah badan jalan tertutup pohon, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Di lokasi lain, hujan lebat menyebabkan jebolnya senderan pondasi pagar rumah di Jalan Siulan Gang Lely, Desa Penatih Dangin Puri, sehingga menimbulkan genangan air setinggi 10 cm. Sementara itu, banjir parah terjadi di Jalan Kecubung Gang Sedap Malam, Desa Sumerta Kaja, dengan ketinggian air sekitar 50 cm yang merendam beberapa rumah warga.
Dalam penanganan darurat, pohon tumbang berhasil dievakuasi oleh petugas BPBD Kota Denpasar dan Damkar Kota Denpasar, sementara tim gabungan dari BPBD Kecamatan Denpasar Timur, Tagana Desa, dan personel Polsek Dentim melakukan pengamanan, membantu warga, serta menertibkan arus lalu lintas.
Kapolsek Dentim, Kompol I Ketut Tomiyasa, S.H., M.H., menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam yang kerap terjadi akibat curah hujan ekstrem.
“Kami terus memantau situasi dan bersinergi dengan seluruh instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga serta menjaga keamanan wilayah di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu,” tegasnya.
Petugas juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan dan potensi pohon tumbang, serta mengikuti arahan instansi terkait demi keselamatan diri dan keluarga.(den/ub)





