UPDATEBALI.com, BANGLI – Musim kemarau saat ini tidak menyebabkan masalah serius terkait debit air di beberapa daerah irigasi di Kabupaten Bangli, Bali. Menurut laporan dari Teknik Irigasi Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Perkim Bangli, Ida Bagus Adnyana, kondisi debit air masih berada dalam batas normal.
Petani di kabupaten tersebut masih dapat melaksanakan pola tanam secara berkesinambungan, kecuali bagi mereka yang terdampak oleh bencana yang menimpa saluran irigasi.
Ida Bagus Adnyana menjelaskan, “Berdasarkan hasil pantauan kami, kondisi debit air di daerah irigasi Kabupaten Bangli masih normal. Meskipun terjadi penurunan, hal ini tidak berpengaruh signifikan terhadap petani.”
Di Kabupaten Bangli, terdapat sebanyak empat puluh enam daerah irigasi yang tersebar di empat kecamatan yang berbeda. Pihaknya secara rutin menurunkan petugas penjaga pintu air untuk mengatur arus air, merawat pintu air secara periodik, serta membersihkan semak, sampah, dan endapan lumpur pada saluran. Mereka juga melaporkan secara rutin terkait kondisi debit air.
Tujuan dari tindakan ini adalah untuk memastikan bahwa pola tanam yang akan dilakukan oleh petani dapat berjalan lancar. Jika debit air mengalami penurunan, Subak akan segera mengambil tindakan dengan melakukan pola tanam secara bergilir.
Menurut Ida Bagus Nyoman Adnyana, Teknik Irigasi Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Perkim Bangli, di daerah irigasi Sidembunut, debit air masih normal dengan tingkat 45 cm per detik. Hal yang sama berlaku untuk daerah irigasi di Kecamatan Kintamani, seperti di Bunutin dan Bayung Cerik, yang juga masih memiliki debit air yang normal.
Kondisi ini memberikan harapan bagi petani di Kabupaten Bangli untuk tetap dapat melaksanakan kegiatan pertanian mereka dengan normal, meskipun musim kemarau sedang berlangsung. (put/ub)





