UPDATEBALI.com, BADUNG – Suasana semangat menyelimuti Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Abiansemal, Rabu, 18 Juni 2025, saat Ketua TP. PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, melakukan panen sayur pokcoy hidroponik sekaligus menyerahkan secara simbolis alat pengolahan kue kepada TP. PKK Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, Sekretaris I TP. PKK Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung, Nyonya Oliviana Surya Suamba, TP. PKK Desa Jagapati, serta para undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas kebun hidroponik yang bersih dan terawat dengan hasil panen yang segar dan hijau.
Ia pun mendorong pengembangan tanaman yang lebih beragam, tidak hanya sayuran dan buah-buahan, namun juga berbagai jenis bunga seperti bunga gemitir yang tidak hanya digunakan untuk upacara keagamaan, tetapi juga dapat diolah menjadi minuman herbal.
“Saya harap Dinas Pertanian melalui para penyuluh bisa memberikan pelatihan kepada para ibu-ibu TP. PKK tentang pangan non-beras. Ternyata, bunga pun bisa diolah dan dikonsumsi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, menyampaikan bahwa kebun pokcoy tersebut merupakan tempat edukasi bagi petani dan penyuluh untuk menerapkan teknologi pertanian sebelum disebarkan lebih luas ke masyarakat.
“Tempat ini menjadi pusat pelatihan awal. Bila berhasil, akan kami teruskan kepada para pekaseh dan petani di seluruh Kabupaten Badung. Dalam kegiatan ini, juga dilakukan pelatihan pengolahan pangan lokal untuk TP. PKK Desa Jagapati, salah satunya mengolah ubi menjadi tepung, lalu diolah menjadi berbagai jenis kue. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan ibu-ibu rumah tangga, tetapi juga membuka peluang usaha tambahan,” jelasnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara TP. PKK Badung dan Dinas Pertanian dan Pangan dalam menggerakkan potensi lokal serta memberdayakan perempuan di wilayah pedesaan.(den/ub)





