UPDATEBALI.com, TABANAN – Kabupaten Tabanan kembali mendapatkan alokasi vaksin untuk pencegahan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebanyak 2.000 dosis. Rencananya, vaksin tersebut diprioritaskan untuk kegiatan vaksinasi di radius 3 sampai 10 kilometer dari pusat terdampak atau dari kasus positif PMK di desa Demung, kecamatan Kediri.
Kepala dinas pertanian Tabanan, I Made Subagia mengatakan, tiga ekor sapi yang terkonfirmasi positif PMK di desa Demung memang belum mendapatkan vaksinasi. Dimana sebelumnya, kegiatan vaksinasi PMK dipetakan di wilayah perbatasan.
“Awalnya skala prioritas vaksinasi PMK di wilayah perbatasan seperti di desa Cepaka Kediri, namun setelah ada laporan positif PMK, di Demung kita langsung rampungkan disana, ada 61 sapi yang sudah tervaksin,”terangnya, Rabu (27/7).
Dan nantinya untuk 2.000 dosis tambahan vaksin akan digeber untuk perluasan vaksinasi radius 3 sampai 10 kilometer dari pusat terdampak, seperti di desa Nyambu, Abiantuwung dan lainnya. “Untuk di Demung kita proteksi dulu, termasuk juga terus dimonitoring oleh petugas Puskeswan kami, jangan ada pengadaan sapi baru dulu disana,”ucapnya.
Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup inipun menambahkan satgas PMK juga telah membentuk posko PMK di UPTD Puskeswan 2 Dinas Pertanian Tabanan. Posko ini dimanfaatkan untuk segala bentuk informasi terkait adanya hewan ternak dengan gejala mengarah indikasi terinfeksi PMK.
“Jadi kami mohon juga peternak bisa proaktif segera melaporkan ke kami jika ditemukan gejala mengarah indikasi PMK pada hewan ternak untuk bisa segera ditindaklanjuti dan mencegah penyebaran lebih luas lagi, termasuk jangan lupa untuk terus melakukan biosecurity dan menjaga kebersihan kandang,”sarannya. (ub/antara)





