UPDATEBALI.com, TABANAN – Musim kemarau panjang belakangan ini berdampak pada peningkatan jumlah kasus kebakaran sepanjang tahun 2023 di Kabupaten Tabanan. Peningkatan terlihat pada bulan September yang mencatat 20 kasus. Penyebab utamanya adalah cuaca panas yang melanda wilayah Tabanan.
Wayan Suakta, Kepala bidang penanggulangan kebakaran di Satuan Polisi Pamong Praja kabupaten Tabanan, mengungkapkan bahwa kasus kebakaran mengalami peningkatan selama bulan September. Dari data yang ada, sejak awal tahun 2023 hingga September 2023, telah tercatat 59 kejadian kebakaran di kabupaten Tabanan, dengan puncaknya terjadi di bulan September 2013 dengan 19 kasus.
Jenis-jenis kebakaran ini bervariasi, dari lahan kosong, pohon bambu, hingga masalah sampah. Namun, tak sedikit kasus kebakaran yang juga melibatkan rumah dan dapur.
Suakta menjelaskan bahwa peningkatan kasus kebakaran harus disikapi secara serius. Musim kemarau yang berkepanjangan, ditambah dengan angin kencang, meningkatkan risiko kebakaran di berbagai tempat, baik pemukiman warga maupun area umum.
“Suhu udara yang tinggi membuat semua material, termasuk kayu, rumput, dan pohon menjadi sangat kering dan mudah terbakar,” ujarnya Minggu 1 Oktober 2023.
Kondisi ini mengharuskan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dalam periode El Nino yang memicu peningkatan suhu udara di wilayah Tabanan. (tia/ub)





