UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana mulai mengakselerasi pengembangan sektor ekonomi kreatif dengan menyiapkan kehadiran Jembrana Creative Hub sebagai pusat aktivitas dan kolaborasi anak muda.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menegaskan langkah ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi baru berbasis kreativitas generasi muda.
Creative Hub tersebut dirancang sebagai ruang terpadu yang mengakomodasi 11 subsektor ekonomi kreatif, lengkap dengan pendampingan bisnis profesional. Program ini diharapkan mampu mendorong talenta lokal agar berkembang dan memiliki nilai ekonomi.
Langkah awal penguatan ekosistem ini ditandai dengan penyelenggaraan Jembrana Sound Session pada Sabtu malam 25 April 2026, yang diposisikan sebagai pemicu tumbuhnya geliat industri kreatif di wilayah Bali Barat.
Jembrana Creative Hub tidak hanya difungsikan sebagai ruang fisik, tetapi juga sebagai pusat kolaborasi lintas bidang, mulai dari musik, seni rupa, kriya, fesyen, kuliner, hingga sektor digital seperti konten kreator, fotografi, video, gim, penerbitan, dan seni pertunjukan.
Inisiatif ini sejalan dengan visi-misi pasangan Bupati I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna dalam membuka ruang seluas-luasnya bagi kreativitas anak muda.
“Saat ini fisik gedung dan kelengkapannya sedang disiapkan, namun penguatan program telah dijalankan secara konsisten untuk memastikan talenta lokal memiliki ruang tumbuh sejak dini, ” terang Kembang Hartawan .
Ia menambahkan, Creative Hub akan menjadi wadah bersama bagi para pelaku kreatif lintas bidang.
” Melihat semangat anak-anak muda kreatif, saya optimis dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan, mereka bisa menunjukkan jati diri tidak hanya di level daerah, tapi juga nasional,” ujar Bupati Kembang.
Sementara itu, tenaga ahli teknis Pemkab Jembrana, I Komang Wena Wahyudi, menjelaskan bahwa Jembrana Sound Session dirancang sebagai langkah awal membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan.
” Kita mengintegrasikan Jembrana CREative Hub sebagai ‘rumah’ bagi para kreator dengan PLUT sebagai mesin inkubasi bisnis.Tujuannya jelas, agar talenta lokal tidak hanya mampu berkarya, tetapi produk mereka juga naik kelas dan memiliki daya saing tinggi,”tegas Wena Wahyudi.
Untuk mendukung operasionalnya, Creative Hub akan dilengkapi sejumlah fasilitas, di antaranya internet berkecepatan tinggi, ruang edukasi dan inkubator bisnis, serta studio multifungsi untuk produksi karya kreatif. Selain itu, akan digelar Jembrana Creative Festival sebagai panggung tahunan bagi para kreator menampilkan karya mereka.
Melalui program ini, Pemkab Jembrana mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi penikmat konten, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang kompetitif hingga menembus pasar yang lebih luas.(yud/ub)





