UPDATEBALI.com, TABANAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali menggelar acara “Coffee Morning Tahapan Pemilihan Serentak Tahun 2024” di Kurnia Seafood Bali, Tabanan, pada Sabtu, 9 November 2024.
Acara ini bertujuan memperkuat koordinasi dan mempersiapkan tahapan Pilkada Serentak 2024 yang akan dilaksanakan di Provinsi Bali.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk perwakilan Plt. Bupati Tabanan yang diwakili oleh Asisten 1, Kapolres Tabanan, Dandim 1619 Tabanan, serta jajaran KPU Kabupaten Tabanan.
Kegiatan ini menjadi ajang diskusi mengenai persiapan pemilihan gubernur, bupati, dan walikota di Bali pada tahun 2024 mendatang.

Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, menjelaskan pentingnya program ini sebagai upaya mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin terjadi dalam penyelenggaraan pilkada.
“Ini merupakan program baru kita untuk memastikan tidak ada lagi kesalahan yang terjadi seperti sebelumnya. Dengan pertemuan coffee morning ini, kita bisa cepat mendeteksi kekurangan, seperti penurunan baliho yang harus tepat waktu. Kami tidak ingin ada baliho yang tersisa pada H-1. KPU Tabanan sudah saya lihat siap,” ungkapnya.

Selain itu, Ketua KPU Tabanan, I Wayan Suwitra, mengatakan terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh KPU Provinsi Bali untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut di Tabanan.
“Ini adalah arahan dari pimpinan di KPU Bali, dan kesempatan baik bagi kita untuk melaporkan kesiapan Pilkada 2024 di Kabupaten Tabanan. Kami juga mendapatkan masukan berharga dari berbagai pihak, yang tentu akan membantu memperlancar proses persiapan,” katanya.
Komisioner KPU Bali, I Gede John Darmawan, juga menambahkan bahwa KPU Bali telah diarahkan oleh KPU RI untuk berkoordinasi dengan BPBD dan BMKG terkait mitigasi bencana.
“Kita perlu siap jika terjadi curah hujan tinggi, terutama untuk lokasi TPS yang berada di luar ruangan atau daerah rawan banjir. Kita harus melakukan mitigasi agar TPS tetap dapat berfungsi dengan baik, baik saat pra, hari H, maupun pasca pemungutan suara,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antarlembaga dalam menghadapi Pilkada 2024, sehingga pesta demokrasi di Bali dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. (yud/ub)





