UPDATEBALI.com, TABANAN – Dalam upaya mendukung kreativitas Sekaa Teruna (ST) di Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya,S.E.,M.M, turut membuka pelaksanaan kegiatan lomba mancing yang diadakan oleh ST. Catur Kembang, Banjar Periyukti, Desa Wanasari dan Yowana Surya Kencana, Banjar Cacab Jangkahan, Desa Biaung, pada Minggu 17 Desember 2023.
Suasana meriah terpancar di Saluran Irigasi Subak Periyukti, Banjar Periyukti, Desa Wanasari, Tabanan, saat Bupati Sanjaya turut didampingi oleh salah satu anggota DPRD Provinsi Bali dan DPRD Tabanan, Sekda, serta jajaran terkait. Lomba mancing yang diadakan dalam cuaca cerah pagi berhasil memikat para pemancing dari seluruh wilayah Tabanan, menciptakan atmosfer ceria sebagai ajang hiburan minggu pagi.
Dalam kunjungan pertamanya, Bupati Sanjaya mengapresiasi kekompakan seluruh pihak yang hadir dalam lomba mancing yang diinisiasi oleh ST. Catur Kembang. Beliau berharap solidaritas ini dapat dipertahankan dan menjadi landasan bagi kegiatan serupa di masa depan.
Bupati Sanjaya dan rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Saluran Irigasi Subak Aya Pemanis, Desa Biaung, Penebel, Tabanan, untuk membuka lomba mancing yang diadakan oleh Yowana Surya Kencana, Banjar Cacab Jangkahan, Desa Biaung. Pihaknya kembali memberikan apresiasi terhadap kekompakan semua pihak yang turut serta dalam lomba mancing sebagai upaya mendukung aktivitas dan kreativitas Sekaa Teruna, sekaligus sebagai sarana penggalian dana.
Sebagai tanda resmi dimulainya lomba, Bupati Sanjaya secara simbolis melepas ikan. Bersama anggota DPRD yang turut hadir, beliau memberikan bantuan kepada masing-masing Seka Teruna untuk menunjang kelancaran lomba mancing. Dalam semangat kebersamaan, Bupati Sanjaya menambahkan bonus hadiah kepada pemancing mania yang berhasil mendapatkan ikan, terutama ikan selain lele, serta bagi mereka yang menggunakan baju merah, dalaman merah, dan topi klangsah.
Menariknya, Bupati Sanjaya memberikan doorprize bagi peserta yang membawa pales tiying atau joran bambu, dengan filosofi sebagai bentuk pelestarian tradisi. Dalam sambutannya, beliau menyatakan apresiasi dan kebanggaannya terhadap semangat para pemancing yang aktif dalam melestarikan lingkungan, menjadikan kegiatan ini lebih dari sekadar perlombaan, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap tradisi dan lingkungan.
Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam menjaga kearifan lokal serta mengembangkan kegiatan positif di tengah-tengah mereka. (den/ub)





