Senin, Maret 31, 2025
BerandaBaliBadungBupati Badung Paparkan LKPJ 2024, Fokus pada Ketahanan Pangan dan Transformasi Ekonomi

Bupati Badung Paparkan LKPJ 2024, Fokus pada Ketahanan Pangan dan Transformasi Ekonomi

UPDATEBALI.com, BADUNGBupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan pidato pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Badung tahun 2024 dalam Rapat Paripurna DPRD Badung yang digelar di Ruang Rapat Utama Gosana, Kantor DPRD, Puspem Badung, pada Kamis, 27 Maret 2025.

Rapat paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti dan dihadiri oleh Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Badung, Forkopimda Badung, Plh. Sekda, serta pimpinan perangkat daerah.

Dalam pidatonya, Bupati Adi Arnawa menjelaskan bahwa secara administratif, dokumen LKPJ Bupati Badung tahun 2024 telah diserahkan kepada DPRD pada 20 Maret 2025. Penyampaian laporan ini merupakan bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Ajak Jagabaya Dulang Mangap Bersatu dalam Pembangunan Bali

“LKPJ merupakan laporan yang disampaikan Bupati kepada DPRD mengenai hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan selama tahun anggaran 2024. Laporan ini juga menjadi gambaran kinerja atas pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), sebagai bagian dari tahun ketiga RPJMD Semesta Berencana 2021-2026,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa RKPD 2024 menetapkan tema pembangunan daerah, yakni “Perkuatan ketahanan pangan masyarakat melalui transformasi ekonomi serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan jaring pengaman sosial.”

Baca Juga:  Koster Tegaskan Komitmen Lindungi Identitas Nyoman dan Ketut di Bali

Tema ini dijabarkan ke dalam sembilan prioritas pembangunan, antara lain ketahanan pangan, sandang dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan ketenagakerjaan, adat, agama, tradisi, seni dan budaya, pariwisata, infrastruktur, tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, penataan ruang, kawasan permukiman dan pengendalian penduduk, serta lingkungan hidup dan kebencanaan.

Bupati Adi Arnawa juga memaparkan serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024. Pendapatan daerah tercatat terealisasi sebesar Rp 8,6 triliun lebih atau 96,75% dari target Rp 11,4 triliun lebih. Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp 8,9 triliun lebih atau 74,27% dari target Rp 12 triliun lebih. Penerimaan pembiayaan terealisasi sebesar Rp 250 miliar dari target Rp 983 miliar lebih, dengan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 250 miliar.

Baca Juga:  Kembangkan Kampung Pancasila, Bupati Giri Prasta Terima Kunja Pemkab Banyumas

Dengan demikian, terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) sebesar Rp 381 miliar lebih, yang akan dimanfaatkan untuk menutupi berbagai kekurangan dan meningkatkan kinerja pemerintahan di masa mendatang.

“Secara garis besar, serapan anggaran sudah cukup baik meskipun belum mencapai 100 persen, terutama dalam pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami, dan dengan sinergi antara eksekutif dan legislatif, kami optimis target yang belum maksimal dapat ditingkatkan pada tahun 2025 atau tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.(den/ub)

BERITA TERKAIT

Most Popular

Recent Comments