UPDATEBALI.com, BULELENG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Branch Office Singaraja menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pembangunan jalan beton di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.
Infrastruktur senilai Rp250 juta tersebut dibangun untuk memperlancar akses petani menuju lahan pertanian dan perkebunan.
Jalan yang sebelumnya masih berupa tanah di sejumlah titik kini telah dibeton sehingga tersambung dengan jalan beton swadaya masyarakat yang sebelumnya belum terhubung secara menyeluruh.
Proses pengerjaan dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat selama kurang lebih lima bulan dan sempat menghadapi kendala cuaca hujan sebelum akhirnya rampung.
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, mengatakan pembangunan infrastruktur dasar merupakan salah satu bentuk komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah yang menggantungkan perekonomiannya pada sektor pertanian.
“Melalui program BRI Peduli, kami ingin menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Bantuan betonisasi jalan akses pertanian dan perkebunan di Desa Bebetin diharapkan mampu meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas petani, serta mempermudah distribusi hasil pertanian sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hery.
Ia menjelaskan, BRI tidak hanya menjalankan fungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga berupaya mendorong pembangunan berkelanjutan melalui berbagai program sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami percaya bahwa pembangunan infrastruktur yang memadai akan membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, BRI akan terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang selaras dengan kebutuhan di setiap daerah,” tambahnya.
Keberadaan jalan beton tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses menuju lahan pertanian dan perkebunan, terutama saat musim hujan ketika kondisi jalan sebelumnya kerap menyulitkan aktivitas warga. Selain memperlancar mobilitas, infrastruktur tersebut juga diharapkan mendukung distribusi hasil panen dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa.
Perbekel Desa Bebetin, Gede Susanta, mengapresiasi bantuan yang diberikan BRI melalui program TJSL tersebut. Menurutnya, jalan beton menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat karena merupakan jalur utama petani mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI yang telah membantu pembangunan infrastruktur di Desa Bebetin. Jalan ini sangat penting bagi masyarakat, terutama petani. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, akses menuju lahan pertanian menjadi lebih mudah dan proses pengangkutan hasil panen juga semakin lancar,” katanya.
Ia berharap dukungan serupa dapat terus berlanjut sehingga pembangunan infrastruktur di desa mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Hal senada disampaikan Kelian Banjar Dinas Manuksesa, Made Budiasa. Ia mengatakan bantuan tersebut membawa manfaat besar bagi warga karena sebelumnya sebagian ruas jalan menuju area pertanian masih berupa jalan tanah yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
Kini, jalan tersebut telah dibeton sehingga mempermudah masyarakat mengangkut hasil panen buah maupun padi menuju lokasi penjualan.
“Bantuan ini sangat membantu masyarakat. Sekarang akses menjadi lebih lancar untuk mendukung perekonomian warga, terutama saat mengangkut hasil panen buah dan padi,” ujarnya.
Made Budiasa menyebutkan sekitar 150 kepala keluarga petani di Banjar Dinas Manuksesa memanfaatkan akses jalan tersebut dalam aktivitas sehari-hari.
Dengan infrastruktur yang lebih baik, distribusi hasil pertanian diharapkan menjadi semakin lancar sekaligus mendukung peningkatan perekonomian masyarakat desa.(yud/ub)





