Minggu, Juni 16, 2024
BerandaBaliBlusukan ke Kebun, Bupati Tamba Jaga Produktivitas Sektor Hulu Petani Kakao Jembrana

Blusukan ke Kebun, Bupati Tamba Jaga Produktivitas Sektor Hulu Petani Kakao Jembrana

UPDATEBALI.com, JEMBRANABupati Jembrana I Nengah Tamba, didampingi oleh Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), mengisi hari libur dengan mengunjungi perkebunan kakao milik masyarakat di Banjar Munduk Tumpeng, Desa Berangbang, Kecamatan Negara pada Sabtu, 18 Mei 2024.

Dengan mengendarai sepeda motor, Tamba dan Ipat menyusuri jalan sempit di pelosok perkebunan warga untuk melihat langsung kondisi tanaman dan buah kakao yang dihasilkan para petani. Kunjungan ini merupakan bentuk komitmen Jembrana dalam menjaga produktivitas sektor hulu dan mendukung program major project pemerintah pusat di bidang perkebunan kakao.

Dalam kunjungannya, Bupati Tamba memotivasi para petani kakao untuk terus meningkatkan jumlah dan kualitas hasil panen mereka. Pemkab Jembrana juga telah membantu dan memfasilitasi penyediaan bibit kakao sebanyak 350 ribu bibit dari APBD maupun bantuan pusat.

Baca Juga:  Prodi Magister Ilmu Ekonomi FEB Unud Gelar Evaluasi Kemajuan Studi Mahasiswa

“Melihat situasi kebun yang ada di sini, saya berterima kasih kepada para petani yang telah menanam kakao dengan baik. Mudah-mudahan subak lain yang belum bisa kita kunjungi juga memiliki tanaman kakao yang baik,” ucap Bupati Tamba.

Sejak lama, Bupati Tamba melihat potensi besar dalam pertanian kakao di Jembrana. Kualitas kakao Jembrana telah diakui baik di pasar domestik maupun internasional, dengan biji kakao yang sering diekspor ke berbagai negara.

“Sebelum menjadi Bupati, saya sudah melihat potensi kakao Jembrana sangat luar biasa. Dan sekarang, sebagai Bupati, saya bisa lebih dalam mengoptimalkan potensi kakao Jembrana yang kualitasnya telah diakui,” tambahnya.

Baca Juga:  Tertinggal saat Naik Taxi, Polsek Kuta Selatan Berhasil Temukan Handphone Delegasi KTT AIS Asal India

Upaya lain yang dilakukan Bupati Tamba adalah bekerjasama dengan pemerintah pusat untuk membangun pabrik pengolahan kakao menjadi produk siap pasar. Ini dilakukan untuk memberikan nilai tambah bagi petani kakao dan pelaku UMKM di Jembrana.

“Saya ingin memberikan nilai lebih dan kenyamanan bagi para petani kakao. Oleh karena itu, saya mengusulkan pembangunan pabrik pengolahan hilirisasi kakao yang bernama factory sharing atau rumah produksi bersama,” jelasnya.

Rumah Produksi Bersama (RPB) di Jembrana, yang diresmikan oleh Menteri Koperasi dan UKM, merupakan RPB pertama yang dibangun dan telah berhasil memproduksi olahan cokelat dari kakao Jembrana yang sangat diterima pasar. Produk CoBaNa (Cokelat Jembrana Bahagia) telah laris di pasar lokal, nasional, dan internasional.

Baca Juga:  Rumah Produksi Bersama Kakao Segera Dibangun di Jembrana 

Keberhasilan ini membawa Jembrana meraih sejumlah penghargaan, termasuk Public Sector Award kategori Best Local Export Products pada ajang CNN Indonesia Award 2024, yang diterima oleh Bupati Tamba.

Bupati Tamba berkomitmen menjadikan kakao sebagai produk unggulan Jembrana, baik sebagai produk mentah maupun olahan cokelat yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Pemkab Jembrana menyiapkan anggaran untuk membeli seluruh hasil kakao petani Jembrana untuk diolah lebih lanjut.

“Kami ingin Kabupaten Jembrana juga bisa memproduksi cokelat yang siap dinikmati,” pungkas Bupati Tamba. (yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments