Sabtu, April 20, 2024
BerandaBaliBersama Komunitas, Pemkot Semprotkan Eco Enzyme 

Bersama Komunitas, Pemkot Semprotkan Eco Enzyme 

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Pemkot Denpasar bersama Komunitas Eco Enzyme Nusantara melaksanakan penyemprotan eco enzyme di seluruh wilayah Kota Denpasar. Kegiatan yang bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19 ini digelar selama 5 hari yang dimulai pada Kamis (15/7) di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar dan akan berlangsung hingga 20 Juli mendatang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan untuk melakukan penyemprotan ini dikerahkan 8 unit mobil tangki dengan setiap tangki berkapasitas 5000 liter. Setiap harinya sebanyak 40 ribu liter eco enzyme disemprotkan di seluruh wilayah Denpasar. Hingga dalam 5 hari dilakukan penyemprotan sebanyak 200 ribu liter eco enzyme.

“Ini setiap pagi akan bergerak ke empat kecamatan, start dari depan Pura Jagatnatha Denpasar menuju Perempatan Catur Muka baru menuju ke wilayah masing – masing kecamatan,” ujar Dewa Rai

Baca Juga:  Sosialisasi SISENSO Mobile, Bupati Suwirta Tekankan Kedisiplinan

Selain itu setiap Sabtu dan Minggu, masing-masing desa/kelurahan juga mengerahkan motor cikar atau moci. Sehingga penyemprotan cairan eco enzyme ini dapat merata hingga ke pelosok Kota Denpasar.

“Mobil tangki ini menyasar jalan – jalan besar, Moci ini menyasar gang di desa/kelurahan,” ucapnya

Dengan penyemprotan eco enzyme ini pihaknya berharap bisa menekan kasus positif Covid-19, apalagi eco enzym ini merupakan disinfektan nabati yang ramah lingkungan.

Baca Juga:  Satgas Bali: Hasil Swab 11 Orang yang Kontak Erat Pasien Omicron Surabaya Negatif

“Kami berharap bisa menekan penyebaran kasus di Denpasar disamping prokes, kami lakukan berbagai upaya termasuk penyemprotan eco enzym,” kata Dewa Rai

Sementara itu, Dewa Nyoman Rai Asmara Putra yang merupakan Penasihat Eco Enzym Nusantara Pusat mengatakan eco enzyme ini merupakan hasil permentasi dari bahan organik. Dimana bahan organik ini dipermentasi selama 3 bulan.

“Misal sampah dapur mulai dari kulit buah, sisa sayur yang tidak dimasak diolah ditambah dengan gula aren, kemudian dipermentasi selama 3 bulan,� katanya.

Baca Juga:  Bupati Tamba Buka Sosialisasi Izin Tinggal Keimigrasian dan Kewarganegaraan Kawin Campuran

Ia menambahkan, pada bulan pertama pelaksanaan permentasi, bahan organik ini akan menjadi alkohol. Selanjutnya pada bulan kedua akan menjadi asam. Dan pada bulan ketiga barulah menjadi eco enzyme.

“Eco enzyme ini disemprotkan ke udara sebagai ‘sabun udara’ yang berfungsi untuk membersihkan polutan di udara, dalam penyemprotannya, cairan ini ditambahkan dengan air,� ujarnya

“Eco enzyme ini juga bisa digunakan untuk pengobatan pribadi, membersihkan udara, membersihkan air, hingga bisa untuk membersihkan kamar mandi,� imbuhnya.(UB)

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments