spot_img
spot_img
BerandaBaliBBMKG Wilayah III Denpasar: Potensi Rob di Pesisir Selatan Bali Akibat Bulan...

BBMKG Wilayah III Denpasar: Potensi Rob di Pesisir Selatan Bali Akibat Bulan Purnama

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan kepada masyarakat terkait potensi banjir pesisir atau rob yang dapat terjadi di pesisir selatan Provinsi Bali. Fenomena ini diantisipasi terjadi pada rentang tanggal 31 Agustus hingga 3 September 2023, yang dipengaruhi oleh fenomena alam bulan purnama.

I Nyoman Gede Wiryajaya, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Bali, menigngatkan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga menghadapi dampak pasang maksimum air laut. Dia menyatakan, “Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan bersiap menghadapi potensi pasang air laut yang lebih tinggi dari biasanya.”

Baca Juga:  Sidang Promosi Doktor I Wayan Santika Program Studi Doktor Manajemen FEB Unud

Meskipun demikian, BBMKG tidak merinci tinggi muka air laut maksimum yang mungkin tercapai akibat potensi rob pesisir selatan ini.

Dalam pantauannya, BBMKG telah mengidentifikasi tujuh wilayah di pesisir selatan Bali yang memiliki potensi untuk mengalami rob. Wilayah-wilayah tersebut adalah Jembrana, Tabanan, Badung, Denpasar, Gianyar, Klungkung, dan Karangasem. Wilayah pesisir utara, khususnya di Kabupaten Buleleng, tidak diprediksi akan mengalami rob.

Wiryajaya menjelaskan bahwa tinggi rob dan potensi banjir pesisir dapat berbeda-beda tergantung pada waktu dan lokasi di tiap wilayah. Sebagai ilustrasi, di kawasan wisata Nusa Dua dan Kuta, Kabupaten Badung, ketinggian gelombang laut diperkirakan dapat mencapai hingga dua meter. Sedangkan di daerah Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, serta di Sanur, Denpasar, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 meter.

Baca Juga:  BMKG Keluarkan Peringatan Ketinggian Gelombang Laut 2,5 Meter di Perairan Bali

Selain itu, BBMKG memperkirakan tinggi gelombang laut di Selat Bali dan Selat Lombok bisa mencapai dua meter, dengan kecepatan angin mencapai hingga 35 kilometer per jam. Angin ini diperkirakan akan bertiup dari arah timur-tenggara.

Dampak rob ini diperkirakan akan berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir. Termasuk di antaranya adalah aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di permukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Terduga Penipu Ratusan Mahasiswa IPB Soal Pinjol

BBMKG mendorong masyarakat untuk terus memantau informasi terkini yang dikeluarkan oleh BMKG. Informasi dapat diakses melalui laman resmi balai3denpasar.bmkg.go.id atau maritim.go.id. Selain itu, informasi juga dapat diperoleh melalui media sosial di akun Instagram @bmkgbali dan akun Twitter @bbMKG3, serta melalui aplikasi Info BMKG.(ub/ant)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments