UPDATEBALI.com, DENPASAR – Optimisme konsumen di Bali tetap solid meski menghadapi berbagai tantangan global dan nasional.
Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali pada Desember 2024, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di zona optimis dengan angka 139,5.
Meski sedikit menurun dari bulan sebelumnya yang mencapai 143,1, angka ini jauh di atas 100, menandakan kepercayaan masyarakat Bali terhadap kondisi ekonomi masih terjaga.
Secara nasional, IKK justru mencatat kenaikan menjadi 127,7 dari 125,9 di bulan November 2024, menunjukkan sentimen positif konsumen di seluruh Indonesia. Survei Konsumen ini dilakukan secara rutin oleh Bank Indonesia untuk memahami persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ke depan.
Optimisme konsumen Bali didukung oleh inflasi yang terkendali, tercatat sebesar 2,34% (yoy) pada Desember 2024. Angka ini berada dalam rentang target inflasi Bank Indonesia sebesar 2,5% ± 1%. Selain itu, momentum positif dari perayaan Natal dan Tahun Baru turut mendorong aktivitas ekonomi, sehingga kepercayaan masyarakat tetap kokoh.
Capaian positif ini juga terlihat dari peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE). Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja tumbuh 2,5% (mtm) menjadi 143,0, sementara Indeks Penghasilan Saat Ini naik 1,8% (mtm) menjadi 139,5. Hal ini mencerminkan adanya perbaikan pada sektor lapangan kerja dan pendapatan masyarakat Bali.
Meski optimisme konsumen terjaga, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) mengalami penurunan dari 154,3 menjadi 146,3 (-5,2% mtm). Penurunan ini dipengaruhi oleh penurunan beberapa sub-indeks, seperti:
- Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja yang turun 7,1% menjadi 143,5.
- Ekspektasi Kegiatan Usaha yang menurun 5,5% menjadi 147,0.
- Ekspektasi Penghasilan yang turun 2,9% menjadi 148,5.
Hal ini menunjukkan adanya kehati-hatian konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang, terutama karena tantangan ekonomi global yang terus berkembang.
Bank Indonesia menekankan pentingnya menjaga stabilitas inflasi Bali guna mendukung daya beli masyarakat. Inflasi yang terkendali akan memberikan dampak positif pada konsumsi rumah tangga, investasi, dan produktivitas ekonomi.
“Sentimen positif konsumen yang tetap terjaga dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan di tengah dinamika global dan nasional,” ujar perwakilan BI Bali.
Sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diperlukan untuk memastikan stabilitas harga dan memperkuat daya beli masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang lebih baik pada 2025. (yan/ub)





