Sabtu, Mei 18, 2024
BerandaBaliAtasi Blankspot, Pemkab Buleleng Ajukan 38 Titik Jaringan Internet

Atasi Blankspot, Pemkab Buleleng Ajukan 38 Titik Jaringan Internet

UPDATEBALI.com, BULELENGPemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen untuk mengatasi masalah blankspot di daerahnya dengan mengajukan 38 titik jaringan internet baru. Upaya ini dilakukan mengingat topografi Kabupaten Buleleng yang sebagian besar perbukitan, sehingga menyebabkan beberapa tempat sulit dijangkau oleh sinyal TV maupun internet.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten telah memberikan perhatian khusus dengan menyediakan internet gratis melalui program Bali Smart Island (BSI) di wilayah-wilayah Kabupaten Buleleng. Selain itu, pemerintah juga mendorong investor provider untuk berinvestasi dengan membangun tower-tower yang akan memudahkan akses jaringan internet.

Kepala Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, pada acara “Geliat Buleleng” di Radio Swasta Buleleng, Selasa 14 Mei 2024, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah memberikan fasilitas internet gratis BSI di 297 titik di kabupaten ini, meliputi desa adat, puskesmas, daerah tujuan wisata (DTW), serta fasilitas umum.

Baca Juga:  Undang Professor dari Rostock University Jerman, FKP Unud Adakan Guest Lecture

“Dengan 297 titik itu, jika dibandingkan dengan jumlah desa adat yang berjumlah 169, artinya di masing-masing desa sudah difasilitasi dengan free wifi atau internet gratis dari program Provinsi Bali. Bahkan, satu desa bisa menerima lebih dari satu free wifi tergantung kebutuhan wilayahnya,” ujar Suwarmawan.

Kadis Suwarmawan menambahkan bahwa selama dua tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Buleleng gencar melakukan pengecekan sinyal di desa-desa untuk mengetahui titik-titik yang mengalami blankspot. Hingga saat ini, sudah ada pengajuan 38 titik blankspot ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia untuk segera ditindaklanjuti.

Baca Juga:  Wabup Sutjidra Terima Bantuan Bibit Tanaman dari Universitas Dwijendra Denpasar

“Ada beberapa penyelesaian yang harus dilakukan secara bertahap dari tahun 2024 hingga tahun 2028. Ini merupakan upaya untuk mengatasi wilayah-wilayah yang sulit dijangkau sinyal internet dengan memperkuat sinyal yang lemah atau mengatasi titik-titik yang menjadi aduan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten juga mempertimbangkan beberapa opsi optimalisasi, termasuk pembangunan Truyapada Tower. Diharapkan, keberadaan tower ini dapat membantu 80 persen wilayah di Kabupaten Buleleng untuk mengakses jaringan TV, pemancar telekomunikasi seluler, dan internet secara maksimal.

Baca Juga:  Refleksi HUT ke-418 Kota Singaraja, Singaraja Bangkit Berseri

Pada kesempatan ini, Suwarmawan, yang akrab disapa Ketsu, juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Diskominfosanti Buleleng telah membuat sebuah aplikasi berbasis web, BSI.bulelengkab.go.id, untuk memudahkan masyarakat mencari titik lokasi wifi yang ada di Kabupaten Buleleng.

Dengan berbagai upaya ini, diharapkan akses internet di Kabupaten Buleleng dapat terus ditingkatkan, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan komunikasi dan informasi yang lebih baik. (adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments