Bupati Sanjaya Tekankan Nilai Tambah Produk Lokal dalam Penyusunan RKPD 2027

0
169
Pemerintah Kabupaten Tabanan mulai mematangkan arah pembangunan daerah melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Semesta Berencana Tahun 2027
Pemerintah Kabupaten Tabanan mulai mematangkan arah pembangunan daerah melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Semesta Berencana Tahun 2027. Sumber foto: Humas Tabanan

UPDATEBALI.com, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan mulai mematangkan arah pembangunan daerah melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Semesta Berencana Tahun 2027 yang digelar di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Desa Adat Kota Tabanan, Selasa 10 Februari 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan dihadiri jajaran DPRD, perangkat daerah, instansi vertikal, akademisi, perbankan, pelaku usaha, serta unsur pariwisata, baik secara luring maupun daring.

Forum ini mengangkat tema “Hilirisasi dan Membangun Ekosistem Produk Unggulan”, yang menekankan pentingnya penguatan sistem produksi hingga pemasaran secara terintegrasi agar komoditas unggulan daerah memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi. Pemerintah daerah juga membuka ruang masukan dari berbagai pemangku kepentingan sebagai bahan penyempurnaan dokumen perencanaan pembangunan tahun 2027.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Hadiri Ngaben Massal di Desa Adat Payangan

Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa berbagai indikator pembangunan Tabanan menunjukkan perkembangan yang positif, mulai dari ketahanan pangan, peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, hingga penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Selain itu, stabilitas sosial budaya serta keharmonisan kehidupan beragama tetap terjaga melalui upaya pelestarian adat, tradisi, dan seni budaya.

Pada sektor pariwisata, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan pariwisata berbasis ekowisata dan pertanian yang berkelanjutan. Sementara di bidang infrastruktur dan lingkungan, peningkatan kualitas fasilitas publik serta penataan ruang terbuka hijau terus dilakukan untuk mendukung kenyamanan masyarakat.

Baca Juga:  Sekda Buleleng Salurkan Bantuan kepada Panti Asuhan 'Widya Asih' dan 'Al Iman'

Bupati Sanjaya juga menekankan pentingnya hilirisasi komoditas unggulan seperti beras, kopi, dan salak agar tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Ia mengajak seluruh peserta forum memberikan gagasan dan rekomendasi agar kebijakan pembangunan yang dirumuskan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya minta para konsultan publik, tokoh, dan semuanya, untuk memberikan masukan, sehingga betul-betul nanti produk hilirisasi memiliki nilai ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat,” pintanya.

Baca Juga:  Bupati Buleleng Sambut BPK Bali, Tegaskan Dukungan Penuh Pemeriksaan Keuangan 2024

Seraya mencontohkan potensi beras, kopi, dan salak di Tabanan yang tidak hanya bisa dijual sebagai produk mentah, namun dapat diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Tabanan Ida Ayu Agung Windayani Kusumaharani menjelaskan bahwa forum konsultasi publik menjadi tahapan penting dalam menyerap aspirasi masyarakat serta menyelaraskan arah kebijakan pembangunan daerah. Hasil forum ini selanjutnya akan menjadi bahan penyempurnaan rancangan awal RKPD sekaligus pedoman dalam pelaksanaan Musrenbang RKPD di tingkat kecamatan.(den/ub)