Belum Kembali ke Rumah, Lansia di Karangasem Dilaporkan Hilang

0
332
Seorang lanjut usia (lansia) asal Banjar Dinas Pakel, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, dilaporkan belum kembali ke rumah
Seorang lanjut usia (lansia) asal Banjar Dinas Pakel, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, dilaporkan belum kembali ke rumah. Sumber foto: Istimewa

UPDATEBALI.com, KARANGASEM – Seorang lanjut usia (lansia) asal Banjar Dinas Pakel, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, dilaporkan belum kembali ke rumah setelah pergi ke kebun.

Lansia bernama Ni Wayan Baca (80) meninggalkan rumah pada Selasa 27 Januari 2026 sekitar pukul 14.00 WITA.

Berdasarkan laporan yang diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, korban pergi seorang diri dengan berjalan kaki untuk mencari kayu bakar. Jarak antara rumah korban dan lokasi ladang diperkirakan sekitar satu kilometer.

Baca Juga:  Pengenalan Studi Kampus, Unud Terima Kunjungan Siswa SMA Negeri 1 Tumpang Malang

Informasi dari masyarakat setempat menyebutkan bahwa korban terakhir kali terlihat sekitar pukul 16.30 WITA di area ladang dengan membawa kayu bakar. Namun hingga pukul 18.00 WITA, yang biasanya korban sudah berada di rumah, Ni Wayan Baca tidak kunjung kembali. Pihak keluarga kemudian melakukan pengecekan dan memastikan korban tidak berada di rumah.

Baca Juga:  Bupati Karangasem Siapkan Hotel Tempat Isoter Covid-19

“Sudah dilaksanakan upaya pencarian dari malam itu sampai kemarin sore oleh keluarga dan masyarakat setempat namun hasil nihil dan telah dilaporkan juga ke Polsek Sidemen,” terang I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar mengerahkan tujuh personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem untuk membantu proses pencarian.

Baca Juga:  12 Desa Kecamatan Sebulu Kutai Kartanegara tertarik Aplikasi Smart Desa

Saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran dengan memfokuskan pencarian pada jalur yang biasa dilalui korban saat menuju kebun.

“Personel kami dilengkapi dengan peralatan SAR mountaineering serta drone thermal,” papar Sidakarya.(den/ub)