UPDATEBALI.com, SURABAYA – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan perekonomian dan pembangunan daerah melalui kontribusi pajak.
Sepanjang tahun 2025, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mencatatkan setoran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dengan total mencapai Rp4,3 triliun di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, Selasa, 27 Januari 2026.
PBBKB merupakan pajak daerah yang dikenakan atas penggunaan bahan bakar kendaraan bermotor dan alat berat. Pajak ini dipungut oleh pemerintah provinsi pada saat penyerahan bahan bakar minyak (BBM) dari penyedia kepada konsumen dan menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi daerah. Penerimaan PBBKB dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, seperti pemeliharaan jalan dan jembatan, serta peningkatan sarana dan prasarana lalu lintas guna menunjang kelancaran dan keselamatan transportasi.
Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa setoran pajak tersebut merupakan wujud kontribusi nyata Pertamina dalam mendukung pembangunan di daerah.
“Pajak ini adalah bentuk kontribusi nyata kami untuk pembangunan di seluruh wilayah Jatimbalinus. Kami berkomitmen untuk terus memastikan pasokan BBM yang aman dan andal, karena setiap energi yang kami salurkan tidak hanya menggerakkan ekonomi masyarakat, tetapi juga turut serta mendorong pembangunan di daerah,” jelas Ahad.
Lebih lanjut, Ahad merinci bahwa kontribusi PBBKB terbesar sepanjang 2025 berasal dari Provinsi Jawa Timur dengan nilai mencapai Rp3,1 triliun. Selanjutnya disusul Provinsi Bali sebesar Rp629 miliar, Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar Rp329 miliar, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar Rp252 miliar.
Dalam kesempatan tersebut, Pertamina Patra Niaga juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat di seluruh wilayah Regional Jatimbalinus yang telah memilih menggunakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan dari Pertamina. Pihaknya berharap penggunaan BBM berkualitas, seperti Pertamax Series dan Dex Series, terus meningkat karena berdampak langsung pada besaran setoran PBBKB yang kembali dimanfaatkan untuk pembangunan daerah.
“Terima kasih kepada masyarakat yang terus menggunakan BBM berkualitas. Peningkatan penggunaan BBM berkualitas sangat berdampak pada pendapatan daerah melalui PBBKB, sehingga geliat pembangunan di daerah dapat terus tumbuh,” tutup Ahad. (yud/ub)





