spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungBawaslu Badung Gandeng SMAN 1 Mengwi, Libatkan Pelajar Awasi Demokrasi lewat GEMPAR

Bawaslu Badung Gandeng SMAN 1 Mengwi, Libatkan Pelajar Awasi Demokrasi lewat GEMPAR

UPDATEBALI.comBADUNGBadan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Badung terus memperluas upaya penguatan pengawasan partisipatif dengan melibatkan kalangan pendidikan.

Kali ini, Bawaslu Badung menjalin kerja sama dengan SMAN 1 Mengwi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program GEMPAR (Gerakan Masyarakat Pengawas Partisipatif) yang dilaksanakan di SMAN 1 Mengwi, Senin 26 Januari 2026.

SMAN 1 Mengwi tercatat sebagai sekolah pertama di Kabupaten Badung yang menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk berkolaborasi dalam Program GEMPAR. Ke depan, Bawaslu Badung berencana memperluas kerja sama serupa dengan seluruh SMA yang ada di wilayah Kabupaten Badung.

Penandatanganan PKS ini diarahkan untuk mendorong keterlibatan aktif peserta didik, guru, hingga pegawai sekolah termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif. Melalui program ini, nilai-nilai demokrasi diharapkan dapat ditanamkan sejak dini di lingkungan sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

Baca Juga:  16 Mahasiswa FKH Unud Lakukan Penelitian Bersama dengan PT Rhea Natural Science

Ketua Bawaslu Kabupaten Badung, I Wayan Semara Cipta, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut tidak dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata atau sosialisasi satu kali. Lebih dari itu, PKS ini dirancang untuk membangun kesadaran dan karakter peserta didik agar memahami serta menerapkan nilai-nilai Demokrasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“PKS ini tidak hanya soal sosialisasi pengawasan partisipatif dalam satu kegiatan saja, tetapi bagaimana mendorong siswa didik memiliki karakter yang mengerti nilai Demokrasi Pancasila untuk diterapkan di lingkungan sekolah dan lebih jauh di masyarakat,” ujar Semara Cipta.

Baca Juga:  Diduga Sakit Hati, Pria Ini Nekat Sebar Foto Bugil Mantan Pacar di Facebook

Ia menambahkan, pembentukan karakter seperti kejujuran, sikap menolak kecurangan, serta keberanian untuk melaporkan pelanggaran merupakan proses panjang yang harus ditanamkan secara berkelanjutan.

“Karakter kejujuran, menolak kecurangan, dan berani melaporkan pelanggaran tidak tumbuh secara cepat. Oleh karena itu, kami memulai dengan langkah pelan namun pasti, menginternalisasi nilai-nilai Demokrasi Pancasila kepada generasi muda melalui Program GEMPAR,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Mengwi, I Nyoman Alit Tiana, S.Pd., M.Pd., menyambut positif inisiatif kerja sama tersebut. Ia menilai keterlibatan sekolah dalam program pengawasan partisipatif sejalan dengan proses pendidikan karakter yang selama ini dijalankan di lingkungan sekolah.

“Pada masa inilah siswa belajar menjadi unsur penting dari lingkungannya. Di sekolah, mereka juga sudah belajar berdemokrasi melalui Pemilihan OSIS,” jelasnya.

Baca Juga:  Angkat Issue Kesetaraan Gender, Mahasiswi Universitas Udayana Menangkan Kompetisi Internasional TICAE 2023

Lebih lanjut, pihak sekolah berencana memberikan ruang kreativitas bagi peserta didik melalui berbagai kegiatan yang menumbuhkan nilai-nilai demokrasi, salah satunya melalui pembuatan majalah dinding (mading). Selain itu, SMAN 1 Mengwi juga membuka peluang keterlibatan Bawaslu Kabupaten Badung dalam kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif menjelang Pemilihan OSIS tahun 2026.

Kegiatan penandatanganan PKS tersebut turut dihadiri Kepala Subbagian Pengawasan Pemilu dan Humas Bawaslu Kabupaten Badung beserta jajaran staf. Melalui kolaborasi ini, Bawaslu Badung berharap dapat melahirkan generasi muda yang berintegritas, jujur, serta memiliki keberanian untuk menjaga dan mengawal nilai-nilai demokrasi sejak dari lingkungan sekolah.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments