UPDATEBALI.com, DENPASAR – Keselamatan berkendara menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di jalan raya.
Menyikapi masih ditemukannya praktik berboncengan sepeda motor dengan lebih dari dua orang, Astra Motor Bali kembali mengingatkan masyarakat akan tingginya risiko keselamatan serta aturan hukum yang melarang kebiasaan tersebut.
Sepeda motor pada dasarnya dirancang hanya untuk digunakan oleh maksimal dua orang, yakni satu pengendara dan satu penumpang. Memaksakan jumlah penumpang lebih dari ketentuan tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yosepth Klaudius, menjelaskan bahwa berboncengan lebih dari dua orang dapat mengganggu keseimbangan kendaraan secara signifikan.
“Saat sepeda motor membawa beban berlebih, pusat gravitasi kendaraan akan berubah. Hal ini membuat motor menjadi sulit dikendalikan, terutama saat bermanuver, melakukan pengereman mendadak, menyalip kendaraan lain, atau melintasi jalan menanjak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterbatasan tenaga mesin menjadi faktor risiko lain yang sering diabaikan.
“Kekuatan mesin sepeda motor tidak dirancang untuk mengangkut lebih dari dua orang. Dalam kondisi tertentu, seperti saat menyalip atau melewati tanjakan, motor bisa kehilangan tenaga dan meningkatkan risiko kecelakaan,” lanjutnya.
Sebagai upaya pencegahan, Astra Motor Bali mengimbau masyarakat untuk menghindari praktik berboncengan lebih dari dua orang dengan menerapkan langkah-langkah berikut:
Gunakan kendaraan yang sesuai, apabila jumlah penumpang lebih dari dua orang, disarankan menggunakan mobil, angkutan umum, atau kendaraan lain yang lebih aman.
Rencanakan perjalanan dengan lebih baik, dengan mengatur keberangkatan secara terpisah agar tidak memaksakan kapasitas sepeda motor.
Patuhi aturan lalu lintas, sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya Pasal 106 yang melarang sepeda motor membawa penumpang lebih dari satu orang.
Perhatikan keterbatasan mesin, karena beban berlebih dapat menurunkan performa motor, terutama saat menyalip dan melintasi tanjakan.
Utamakan keselamatan penumpang, penumpang tambahan tidak memiliki posisi duduk dan pegangan yang aman sehingga berisiko terjatuh.
Gunakan alternatif transportasi, seperti ojek online, transportasi umum, atau moda lain yang tersedia di sekitar.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan mematuhi aturan dan memilih moda transportasi yang tepat, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang-orang yang kita sayangi, dengan memegang teguh semangat @Cari_Aman,” tutup Yosepth.
Melalui edukasi keselamatan berkendara atau safety riding yang dilakukan secara berkelanjutan, Astra Motor Bali berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya berkendara secara aman, tertib, dan bertanggung jawab di jalan raya.(den/ub)





