Pengukuhan Bendesa Adat Tengkulung di Hari Tumpek Krulut, Bupati Badung Tekankan Ajegnya Adat Bali

0
202
Bupati Adi Arnawa saat menghadiri Pengukuhan Bendesa Adat dan Prajuru Desa Adat Tengkulung, Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, di Wantilan Banjar Tengkulung, Tanjung Benoa, Sabtu (3/1).
Bupati Adi Arnawa saat menghadiri Pengukuhan Bendesa Adat dan Prajuru Desa Adat Tengkulung, Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, di Wantilan Banjar Tengkulung, Tanjung Benoa, Sabtu (3/1). Sumber foto : Humas Badung

UPDATEBALI.com, BADUNG Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri dan menyaksikan Pengukuhan Bendesa Adat dan Prajuru Desa Adat Tengkulung yang berlangsung di Wantilan Banjar Tengkulung, Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu, 3 Januari 2026.

Prosesi pengukuhan tersebut bertepatan dengan Rahina Tumpek Krulut dan Purnama Kapitu.

Dalam kesempatan itu, I Gede Eka Surawan kembali terpilih dan resmi dikukuhkan sebagai Bendesa Adat Tengkulung untuk masa bakti 2026–2031.

Acara ini turut dihadiri Ketua DPRD Badung yang diwakili anggota DPRD I Wayan Sugita Putra, Majelis Desa Adat Kabupaten Badung, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, Lurah Tanjung Benoa, serta Bendesa Adat se-Kuta Selatan.

Bupati Adi Arnawa mengapresiasi Krama Desa Adat Tengkulung yang telah melaksanakan proses pemilihan Bendesa Adat melalui musyawarah mufakat.

Baca Juga:  Lantik Tiga Perbekel PAW, Bupati Adi Arnawa Tekankan Akurasi Data dan Pelayanan Maksimal

Ia juga menyampaikan selamat ngayah kepada Bendesa dan Prajuru yang baru dikukuhkan, seraya mengingatkan bahwa ke depan prajuru memiliki tanggung jawab besar dalam mengajegkan seni, adat, agama, tradisi, dan budaya Bali yang berlandaskan konsep Tri Hita Karana.

“Dengan semangat ngayah dan lascarya, kami yakin prajuru akan mampu melaksanakan swadharma dengan penuh rasa tanggung jawab,” ujarnya.

Terkait program pembangunan di wilayah Tanjung Benoa dan Kuta Selatan, Bupati Badung menjelaskan bahwa mulai tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Badung akan melakukan perbaikan Jalan Pratama serta penataan kabel secara bertahap.

Peningkatan infrastruktur, menurutnya, menjadi fokus utama untuk mengatasi kemacetan sekaligus mendukung sektor pariwisata.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Hadiri Melaspas Pura Kekeran, Hibah Rp7,1 M Perkuat Sarana Upacara Adat

“Mulai 2026, kami juga melaksanakan program infrastruktur di Kuta Selatan dengan membangun jalan baru di lingkar barat untuk mengurai kemacetan di kawasan GWK, sehingga pariwisata Badung dapat berjalan dengan baik, aman, dan nyaman,” jelasnya.

Selain infrastruktur, Pemkab Badung juga menjalankan berbagai program perlindungan sosial, di antaranya bantuan bagi lansia usia 75 tahun ke atas sebesar Rp3 juta setiap ulang tahun, bantuan Rp2 juta pada setiap hari keagamaan, serta sejumlah program sosial lainnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Tengkulung terpilih, I Gede Eka Surawan, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan untuk memimpin Desa Adat Tengkulung selama lima tahun ke depan.

“Sekarang ini merupakan ayahan kami sebagai prajuru desa adat yang kedua kalinya. Astungkara, atas dasar rasa jengah lan lascarya serta dukungan semangat krama, ayah-ayahan dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kurangi Emisi Karbon, PLN Jajaki Penerapan Teknologi CCS Pada Pembangkit

Atas nama Krama Desa Adat Tengkulung, ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Badung atas dukungan terhadap berbagai program desa adat, khususnya perbaikan Pura Desa, Pura Puseh, dan Bale Agung yang telah rampung dengan nilai mencapai Rp7,6 miliar.

Namun demikian, ia menyampaikan bahwa hingga kini pembangunan pura baru dapat diupacarai sebatas melaspas dan belum mampu melaksanakan karya ngenteg linggih.

Untuk itu, pihaknya kembali memohon dukungan Pemerintah Kabupaten Badung agar pelaksanaan karya ngenteg linggih yang direncanakan pada tahun 2027 dapat terlaksana dengan baik.(den/ub)